Ikhwanul Muslimin Thoriqoh Sunniyah

Dulu saya pernah membaca sebuah buku. Buku itu membahas intisari kitab Madarijus Salikin. Judul dan penulisnya saya lupa lagi. Tapi yang menggugah saya, buku itu adalah hasil kajiannya saat beliau dipenjara bersama para aktivis Ikhwanul Muslimin lainnya. Hingga setelah beliau keluar dari penjara, beliau terbitkan buku itu. Tidak terlalu tebal dibanding buku acuannya, Madarijus Salikin yang 3 jilid itu.

Buku Madarijus Salikin boleh dikatakan adalah buku tasawuf yg utama dari kalangan ulama mazhab hanbali. Saya ingin menunjukkan buku-buku seperti ini atau buku semisal Minhajul Qashidin, Bidayatul Hidayah, Ihya Ulumuddin, Minhajul Abidin, selayaknya mendapat porsi yang layak untuk dibaca oleh para aktivis dakwah.
Dalam sejarahnya, generasi awal gerakan IM tampak akrab dengan kitab-kitab bernuansa ruhiyah seperti ini. Mereka menjadi aktivis dakwah yang sangat kuat beribadah, membentuk kepribadian mereka, memotivasi mereka. Ditambah pemahaman Islam yang baik, semangat mereka dalam membela Islam begitu menggebu-gebu dengan tetap berada dalam koridor akhlaqul karimah.
Syaikh Muhammad Al Ghazali rahimahullah, seorang murid Imam Hasan Al Banna, saat dipenjara, menjadi imam shalat tarawih, satu rakaat satu juz alquran yang beliau baca. Jadi setiap hari beliau membaca 8 juz dengan hafalan yang mutqin. Masyaallah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Perjuangan Bangsa

Manfaat Mempelajari Tafsir Alquran

Akibat Berbuat Zalim

Tiga Sebab Keruntuhan Peradaban Islam di Andalusia

Mengapa Banyak Orang Barat Menjadi Ateis?