Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesederhanaan

Kemandirian dalam Kesederhanaan

Gambar
"Orang yang cerdas mengatur hidupnya di dunia dengan akalnya. Jika hidup dalam kemiskinan, ia berusaha keras untuk menghasilkan rezeki yang mencegahnya dari penghinaan manusia. Ia juga mengurangi kebergantungannya kepada orang lain dengan cara hidup sederhana. Oleh karena itu, ia hidup tenang dan tak pernah mendengar ocehan manusia yang sampai ke telinganya. Ia hidup dengan harga diri di tengah-tengah mereka. Jika hidup dalam kekayaan, ia menggunakan akalnya untuk tidak berlebihan menggunakan hartanya, khawatir suatu saat ia menghajatkan sehingga membuatnya rendah di mata orang lain."  (Imam Ibnu Al-Jauzy) Saya pernah melihat peminta-minta keluar masuk angkutan umum, bis, atau rumah-rumah warga untuk meminta sumbangan. Tubuhnya sehat tetapi menjadi peminta-minta. Tidak malu apalagi terhina. Tetapi di mata orang, martabatnya jatuh, rendah, dan hina. Kenapa tubuhnya yang sehat itu tidak digunakan sebagai modal awal untuk bekerja? Di pihak lain, saya memiliki seorang ...