Postingan

Menampilkan postingan dengan label imam ibnu katsir

Mempelajari Kehidupan Nabi Muhammad, Pelajaran Sepanjang Hayat

Gambar
Mempelajari kehidupan Nabi sepertinya menjadi pelajaran sepanjang hayat dikandung badan. Kita baru mengenal buku-buku Siroh seperti Al Mubarakfuri, Al Buthi, dan Al Ghazali. Padahal ada lagi buku-buku yang lebih tebal dari itu, seperti Ibnu Hisyam, Ath Thabari, dan Ibnu Katsir. Dan, pun kalau kita sudah membaca buku-buku yang tebal itu sekalipun, semuanya dari terjemahan, bukan dari bahasa aslinya, yakni Arab, yang menjadi bahasa Nabi sehari-hari. Untuk melihat ajaran Nabi secara detail dan spesifik, kita juga perlu membaca Al Quran dan makna yang terkandung di dalamnya, hadits-hadits Nabi yang sangat banyak jumlahnya beserta makna yang terkandung di dalamnya, hukum-hukum agama dalam ilmu fikih, ini pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan hanya dalam waktu setahun dua tahun saja. Atau bahkan sepuluh tahun dua puluh tahun. Belum lagi kadang kita ditengah jalan kita membaca buku atau tulisan yang tidak bermanfaat. Makin sedikit saja kita mengenal Nabi di dunia ini. Wahai Nabi, kami beg...

Keterkaitan Antara Amalan Ruhiyah dengan Produktivitas Berkarya dan Berprestasi

Gambar
Pada suatu hari saya merasa malas dalam membaca dan menulis. Kalaupun ingin mulai menulis, otak terasa beku dan tidak tahu apa yang ingin saya tulis. Setelah saya teliti lebih dalam lagi, ternyata ada beberapa amalan ruhiyah yang tidak saya kerjakan pada hari itu. Orang-orang mungkin akan bertanya, apa hubungan antara amalan ruhiyah dengan membaca dan menulis? Bagi saya amalan ruhiyah memberikan pengaruh yang besar bagi hati dan akal pikiran ini. Selain berkah dan rahmat Allah sehingga motivasi dan inspirasi begitu melimpah, juga memberikan kenikmatan tersendiri ketika mengerjakannya. Saya bercermin pada tradisi intelektual ulama Islam yang begitu produktif dalam membaca dan menulis. Misalnya Imam Malik bin Anas, pendiri mazhab Maliki dan penulis kitab  Al Muwatha . Imam Bukhari, seorang ahli hadits yang menulis kitab seperti Jami Ash Shahih  dan  Adabul Mufrad . Imam Ibnu Qudamah, seorang ulama besar mazhab hanbali dan penulis kitab  Al Mughni . Imam Ibnul Qa...

Meneladani Para Ulama dalam Membaca dan Menulis

Gambar
Ketika menyaksikan deretan buku yang saya miliki, saya menjadi semakin kagum dengan para ulama penulis buku-buku itu. Terutama ulama-ulama zaman dulu semisal Imam Ath-Thabari, Imam Al-Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qay yim, Imam Ibnu Al-Jauzy, Imam Ibnu Katsir, dan Imam Al-Qurthubi. Mereka telah menulis ratusan hingga ribuan judul dan satu judulnya ada yang mencapai ratusan jilid buku. Imam Ath-Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir terkemuka, membiasakan diri selama 40 tahun untuk menulis 40 lembar setiap hari. Setelah kematiannya, murid-muridnya menghitung apa yang ditulisnya setiap hari. Ternyata sejak beliau berusia baligh sampai meninggalnya, terhitung kurang lebih 14 lembar yang beliau tulis setiap hari. Abu Ishaq asy-Syairazi telah menulis 100 jilid buku. Imam Ibnu Taimiyah menyelesaikan setiap buku dalam waktu satu minggu. Beliau pernah menulis satu buku penuh dalam satu kali duduk. Dan bukunya telah dijadikan referensi oleh lebih dari 1...

Rahasia Dibalik Produktivitas Menulis Para Ulama

Gambar
Jika kita membaca sejarah kehidupan para ulama, akan kita dapatkan produktivitas mereka dalam beramal saleh. Mereka adalah ahli ibadah, juru dakwah, rajin menuntut ilmu, ditangan mereka kitab-kitab bermutu ditulis. Bagaimana mereka bisa sehebat itu? Di sepertiga malam mereka bangun untuk  qiyamul lail , setelah itu mengerjakan shalat shubuh dan berdzikir hingga waktu dhuha. Setelah itu mereka mengajar atau menulis kitab. Di malam harinya mereka beribadah, membaca buku, atau menulis kitab. Jika ada waktu luang, mereka tidak pernah habiskan untuk hal yang tidak bermanfaat. Subhanallah , di antara mereka terdapat nama Imam Ibnu al-Jauzy, Imam al-Ghazali, Imam Ibnu Hazm, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnu Katsir, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al-Asqolani, dan sebagainya. Jika mereka beribadah, sungguh sangat lama sekali; ruku’, sujud, dan berdirinya lama. Jika mereka sedang membaca kitab, mereka berkonsentrasi penuh sehingga kitab itu seolah telah memutuskan dirinya...