Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik islam

PKS Pemenang Pemilu 2024?

Gambar
Vox Populi di antara surveyor yang sering menempatkan PKS berada diposisi bawah. Tidak kurang dari 3-4% pada pemilu lalu. Namun pada kenyataan akhirnya hasil menunjukkan 2x lipat dari persentase itu. Banyak pengamat mengatakan bahwa pemilih PKS tidak berterus terang ketika ditanya pilihan partainya saat di survei.  Dan kali ini, di survei paling mukhtakhir, angka persentasenya menunjukkan hal yang luar biasa, 8,1%, dengan margin of eror ±2,5%, orang akan memilih PKS. Selisihnya tidak jauh berbeda dengan nomer 2 dan 3.  Artinya, karena survei ini dinamis, bisa saja bulan depan, PKS berada di posisi runner up. Dan fakta pemilihnya yang "pendiam" membuat kesimpulannya bisa lebih besar daripada itu, seperti yang sudah-sudah.  Hal ini juga bisa dilihat pada hasil survei Vox ini, orang yang tidak menjawab/tidak tahu justru semakin meningkat. Sepertinya ada peralihan pilihan partai namun masih disembunyikan oleh orang yang disurvei. Peluang PKS untuk mengambil hati dari "masa m...

Siyasah Politik dan Rangkap Jabatan di PKS

Gambar
Beberapa pejabat daerah dari PKS kini merangkap sebagai pengurus partai. Saya tahu ini bagian dari siyasah. Karena bisa dikatakan, parpol lain sudah melakukan hal yang serupa dan mereka sangat memanfaatkan itu untuk meraih kekuasaan sebanyak-banyaknya mulai dari legislatif, yudikatif hingga eksekutif. Salah satu parpol yang sangat memanfaatkan ini adalah partai Nasdem. Partai ini tergolong baru dibanding PK(S) yang sudah berdiri tahun 1999. Nasdem berdiri tahun 2011 tapi melejit cukup jauh setelahnya. Selain tentu saja karena memiliki jaringan media tapi itu bukan faktor utama. Kalau adu²an soal media tentu masih kalah oleh Hari Tanoe tapi nyatanya partai Perindo tidak lolos ET. Banyak kepala daerah yang kemudian di serobot oleh Nasdem. Apalagi jika kepala daerah itu berasal dari jalur non parpol. Hal ini bagi kedua belah pihak saling menguntungkan ibarat mutualistik simbiosis. Pejabat butuh parpol untuk mengamankan kekuasaannya, parpol butuh pejabat untuk memperluas kekuasaannya. Tapi...

Reuni 212 Super Damai Dibilang Radikal

Gambar
  Ada yang bilang reuni 212 itu radikal. Tunjukkan saja kepada saya radikalnya itu di mana. Bagi yang tidak pernah ikut, mereka tahunya para penceramahnya berteriak lantang tentang penistaan agama. Tapi karena mereka tidak tahu apa yang terjadi di tengah acara itu mereka melihatnya sebagai orang-orang radikal. Padahal kenyataannya adalah: 1. Persaudaraan kepada sesama muslim sangat kuat terasa. Saling berbagi tanpa pandang bulu. Senyum bahagia menghiasi wajah mereka. Keluarga datang. Suami istri datang. Anak² kecil bermain dengan gembiranya tanpa merasa takut diganggu. 2. Toleransi kepada agama lain sangat dijaga. Di mana acara tersebut tidak jauh dari gereja katedral. Gereja terbesar di Indonesia. Dan umat Islam yang mengikuti acara 212 tersebut, sama sekali tidak mengganggu acara² di gereja. Foto² tentang toleransi ini sudah banyak beredar. Jadi gerakan 212 adalah murni damai. Jika gerakan radikal atau kekerasan, katedral sudah rata dengan tanah. 3. Menjaga alam dan lingkungan. J...