Postingan

Menampilkan postingan dengan label tazkiyatun nafs

Dahsyatnya Amal Seorang Mukmin (2)

Gambar
Sayyid Quthb dalam   Fizhilalil Quran   menjelaskan makna surat Al Ashr dengan sangat indah. Katanya, seorang mukmin dengan amalnya ibarat bunga yang tidak kuasa menahan wewangiannya.  Sejarah peradaban Islam yang agung telah menggambarkan kepada kita tentang kehebatan dan kedahsyatannya dalam berkarya. Gedung-gedung dengan nilai seni dan arsitektur tinggi bertebaran di mana-mana dan menjadi sejarah dunia yang elok untuk disaksikan. Buku-buku yang ditulis oleh para ulama begitu banyak jumlahnya dan sebagian di antaranya masih bisa kita baca hingga kini. Tapak-tapaknya masih terasa menunjukkan betapa besar dan hebatnya peradaban pada saat itu. Semangat itu tidak lain muncul dari keimanan yang kokoh dan kuat. Bila saja 313 muslim tidak mau berperang melawan kafir Quraisy yang jumlahnya lebih dari seribu orang pada perang Badar, maka berhentilah peradaban itu. Bila Thariq bin Ziyad dengan bala tentaranya yang tidak begitu banyak tidak berani menyerang orang-orang ...

Dahsyatnya Amal Seorang Mukmin (1)

Gambar
Bila membaca sejarah Nabi Saw., para sahabatnya, orang-orang saleh, dan para syuhada, membuat saya berpikir, betapa dahsyatnya amal seorang mukmin. Keimanan mengobarkan semangat mereka dalam beramal. Mereka tidak dapat melihat Allah, tapi mereka meyakini bahwa Allah ada. Patuh dan taat dalam menjalankan perintah-Nya. Sekalipun mereka tidak pernah melihat Rasulullah Muhammad Saw., mereka beriman kepadanya, yakin bahwa mengikuti sunnah Nabi adalah jalan terbaik; keselamatan dunia dan akhirat. Meskipun jarak mereka hidup dengan Nabi sangatlah jauh namun hati mereka dekat dengan Nabi. Bahkan merindukan pertemuan dengan Nabi. Mereka belum pernah melihat surga tapi sangat ingin masuk ke dalamnya. Mereka juga belum pernah melihat neraka tapi sangat ingin menjauh darinya. Walaupun belum pernah melihat surga dan neraka, mereka meyakini keduanya ada. Mereka juga meyakini adanya malaikat pencatat amal baik dan amal buruk. Padahal mereka tidak melihatnya sama sekali. Keimananlah...

Mengingat Mati dari Sejarah Masa Lalu

Gambar
Ketika saya membaca buku sejarah membuat saya sering teringat akan kematian. Saya berpikir tentang mereka-mereka yang ada di dalam sejarah, dimanakah mereka kini berada? Dikuburan-kuburan mereka berada. Ada yang ratusan tahun lamanya tinggal di dalamnya. Berselimutkan tanah, cacing sebagai karibnya, munkar dan nakir teman-temannya. Saya berpikir tentang keadaan mereka yang mati, apa yang saat ini mereka hadapi? Apakah mereka hidup dalam kebahagiaan atau sedang mendapat siksa?  Mereka yang dulunya gagah berani, tampan rupawan, takluk diterjang waktu. Semua makhluk-Nya pasti mati. Itulah  sunnatullah  tidak terkecuali. Lalu saya berpikir tentang diri saya, sudah cukupkah bekal saya dalam menghadapi kematian? Apakah amal kebaikan saya lebih banyak daripada amal keburukan saya? Apakah saya selamat dari siksa kubur? Disebutkan dalam sebuah hadits, umur umat Nabi Muhammad bila dirata-ratakan sama seperti umur ketika Nabi Muhammad wafat, yakni 63 tahun. Bila demikia...

Keterkaitan Antara Amalan Ruhiyah dengan Produktivitas Berkarya dan Berprestasi

Gambar
Pada suatu hari saya merasa malas dalam membaca dan menulis. Kalaupun ingin mulai menulis, otak terasa beku dan tidak tahu apa yang ingin saya tulis. Setelah saya teliti lebih dalam lagi, ternyata ada beberapa amalan ruhiyah yang tidak saya kerjakan pada hari itu. Orang-orang mungkin akan bertanya, apa hubungan antara amalan ruhiyah dengan membaca dan menulis? Bagi saya amalan ruhiyah memberikan pengaruh yang besar bagi hati dan akal pikiran ini. Selain berkah dan rahmat Allah sehingga motivasi dan inspirasi begitu melimpah, juga memberikan kenikmatan tersendiri ketika mengerjakannya. Saya bercermin pada tradisi intelektual ulama Islam yang begitu produktif dalam membaca dan menulis. Misalnya Imam Malik bin Anas, pendiri mazhab Maliki dan penulis kitab  Al Muwatha . Imam Bukhari, seorang ahli hadits yang menulis kitab seperti Jami Ash Shahih  dan  Adabul Mufrad . Imam Ibnu Qudamah, seorang ulama besar mazhab hanbali dan penulis kitab  Al Mughni . Imam Ibnul Qa...

Akibat dari Memperturutkan Hawa Nafsu

Gambar
Sesungguhnya memperturutkan hawa nafsu ibarat fatamorgana. Dilihat ada padahal tiada. Kita berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara, bahkan dengan jiwa dan harta. Namun begitu sampai ke tujuan, ternyata tiada. Semua yang kita keluarkan ternyata hanya kesia-siaan; kelelahan, kehinaan, kemiskinan, hingga kehancuran dalam hidup. Banyak orang yang berharap dari meminum-minuman keras adalah kenikmatan. Namun kesudahannya ternyata tidak terperikan. Satu maksiat hanyalah pintu m asuk maksiat selanjutnya. Maksiat kedua adalah pintu masuk maksiat ketiga. Begitupun selanjutnya. Ibarat berada di dalam lingkaran setan, sulit untuk dihentikan. Pelaku maksiat lebih kuat keinginannya untuk berbuat maksiat ketimbang mereka yang belum berbuat maksiat. Meskipun pelaku maksiat itu berusaha memperbaiki dirinya untuk tidak lagi berbuat maksiat. Tetapi godaan-godaannya masih terasa. Mereka ibarat orang yang mencabut paku di sebuah kayu, meskipun paku itu telah tercabut namun bekasnya masih ad...

Ikhwanul Muslimin yang Saya Kenal (2)

Gambar
Mungkin buku wirid doa dan dzikir yang paling banyak dibaca aktivis dakwah adalah   Al Ma'tsurat  yang disusun Imam Hasan Al Banna. Tidak hanya kalangan harokah Ikhwanul Muslimin, tapi juga harokah-harokah lainnya. Saya pernah membaca ust. Ismail Yusanto, juru bicara HTI juga mengamalkan wirid Al Ma'tsurat. Al Ma'tsurat pada hakikatnya adalah sebuah kitab yang mencakup banyak doa dan dzikir, tidak hanya wirid pagi dan petang. Di dalam Al Ma'tsurat Imam Hasan Al Banna membuat lima pembahasan: Qismul Awwal (bagian pertama), Al Ustadz Al Banna memberi judul   Al Wazhiifah , yaitu berisi wirid pagi dan sore yang berasal dari Al Quran dan As Sunnah. Inilah yang umumnya beredar dan manusia mengenal dan menyebutnya dengan Al Ma’tsurat. Dan, ini pula yang menjadi pembahasan kami dalam buku ini. Qismuts Tsaani (bagian kedua), berjudul   Al Wirdul Qur’aniy   (wirid Al Quran), yaitu berisi wirid-wirid berasal dari ayat-ayat pilihan dari Al Quran. Qismuts...