Postingan

Menampilkan postingan dengan label hakikat nikmat

Ketika Nikmat Berbicara

Gambar
Allah Maha Pengasih. Sekalipun kita durhaka kepada-Nya, tetap saja Allah memberi kita banyak kenikmatan. Namun, Allah tidak memberi iman kepada hamba-hamba-Nya yang durhaka. Mari kita merenungkan hal ini. Apakah kita akan menjual iman dengan harga yang murah, padahal harga iman itu setara dengan surga? Kita menjadi makhluk-Nya yang kufur setelah kita melalui kenikmatan itu tanpa berterima kasih kepada-Nya. Jika kita berterima kasih kepada orang yang memberikan bantuan kepada kita, sesungguhnya Allah-lah yang lebih berhak dan lebih banyak kita haturkan terima kasih. Karena kenikmatan yang Dia berikan tiada terhitung jumlahnya. Mulai dari udara yang kita hirup, mata yang berkedip, hingga kita dapat mengeluarkan kotoran dari anus kita. Semua itu kenikmatan yang tiada ternilai harganya. Jika engkau mengucapkan kata “ Alhamdulillah ” ketika memperoleh kenikmatan, itu sudah cukup bagi Allah, tapi jika dibandingkan nikmat pemberian-Nya, maka ucapan itu tidaklah sebanding. Pada haki...