Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Inilah Senjata Made In Amerika di Tangan Mujahidin Suriah

Gambar
Beberapa kali saya berdebat dengan orang syiah dan mereka yang bersimpati kepada syiah. Salah satu perdebatan saya seputar kondisi Suriah saat ini. Kata mereka, Amerika dan sekutunya telah mengadu domba antara orang Sunni dan Syiah. Saya tanyakan, darimana Anda tahu? Jawabnya, orang-orang Sunni yang menyerang pemerintahan Bashar Al-Asad dibantu oleh Amerika. Amerika dan sekutunya mengirimkan persenjataan untuk para pemberontak itu. Saya katakan, analisa Anda itu tidak terbukti sama sekali. Hingga saat ini Amerika hanya membual saja memberikan persenjataan. Bukti yang ada dilapangan, para pejuang pembebasan memodali persenjataan mereka dari apa yang sanggup mereka miliki dan yang sanggup mereka buat. Kalaupun mereka memiliki persenjataan dari Amerika, pasti daya gempur mereka jauh lebih kuat daripada yang ada pada saat ini. Apa yang terjadi di Suriah adalah kezaliman sebuah rezim yang sama dari generasi yang berbeda. Kezaliman Bashar Al-Asad tidak jauh beda dengan kezal

Melihat Indonesia dari Luar Negeri (2)

Gambar
Sudah lazim wisatawan asal Indonesia dikenal sebagai wisatawan yang doyan belanja. Sebagian dari penjualnya sudah fasih berbahasa Indonesia. Hal ini tentu saja membuat calon pembeli akan lebih senang berbelanja ke penjual yang bisa berbahasa Indonesia ketimbang yang tidak bisa. Berdasarkan laporan perusahaan belanja wisatawan Global Blue Analytics yang dikutip China Daily (hal. 7, edisi 11 juni 2014), ada 5 negara yang terbilang cukup royal dalam rata berbelanja di luar negeri dalam mata uang dollar: 1. Tiongkok $ 1.103, 2. Amerika Serikat $ 876, 3. Indonesia $ 823, 4. Jepang $ 689, dan Rusia $ 482. Dari data di atas dapat kita lihat, Indonesia berada pada rangking ketiga dalam hal berbelanja di luar negeri. Ini baru sebatas mata uang dollar, belum mata uang real Arab Saudi, Yuan China, Dollar Hongkong, Ringgit Malaysia, Euro Eropa, dan seterusnya, bisa jadi Indonesia berada di peringkat pertama. Indonesia bersaing menduduki peringkat pertama dengan negara-negara yang ja

Melihat Indonesia dari Luar Negeri (1)

Gambar
Walaupun masih tergolong "muda" bepergian ke luar negeri. Yakni sejak tahun 2013, ingin sekali saya berkeliling dunia. Ya setidaknya setahun sekali saya dapat ke luar negeri. Oleh karenanya saya alokasikan uang saya untuk kesana. Menurut saya pergi ke luar negeri banyak sekali manfaatnya. Bukan semata berlibur. Lebih dari itu, pergi ke luar negeri bagi saya adalah perjalanan spiritual, yakni melihat keagungan  dan kekuasaan Allah melalui penciptaan makhluk-Nya yang beraneka ragam. "Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan'."   (QS. Al An'am: 11) "Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menciptakannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu'."   (QS. Al Ankabut: 20) Imam Al Qasimi rahimahullah berkata, "Mereka berjalanlah dan pergi ke be

Konspirasi Israel dalam Melemahkan Kekuatan Umat Islam

Gambar
Seperti kata Abu Muhammad Al Maqdisi, guru Abu Mush'ab Al Zarqawi dan salah seorang tokoh penting mujahidin Al Qaidah, banyak dari orang-orang bekas anggota dari partai Baats (sosialis) Irak yang sekarang menjadi tokoh penting ISIS. Diawal perjuangannya, mujahidin dari berbagai kelompok bersatu untuk berjihad melawan Bashar Asad cs. Namun gerak maju mereka tiba-tiba saja dihadang oleh ISIS. ISIS merasa bahwa merekalah yg berhak mewakili kaum mujahidin untuk menyerang Bashar.  Mereka adalah wakil sah umat Islam karena telah tegaknya khilafah. Untuk itu mereka memaksa kaum mujahidin untuk berbaiat. Bila tidak, mereka akan membunuhnya dengan cara yang sadis. Oleh karena itulah kaum mujahidin kini berjihad tidak hanya melawan Bashar tapi juga melawan ISIS. Dan hal ini jelas melemahkan dan memperlambat gerak maju kaum mujahidin. Keberadaan ISIS juga disinyalir untuk mengamankan Israel. Amerika dkk menakut-nakuti negara-negara teluk bahwa ISIS jauh lebih berbahaya. Kemudian ne

Tak Kenal Maka Tak Sayang: Proses Masuk Islam Warga Perancis Setelah Kasus Charlie Hebdo

Gambar
Jaringan media Perancis, RTL, jumlah warga Perancis yang masuk Islam meningkat 20% daripada tahun sebelumnya. Kasus penembakan Charlie Hebdo justru membuat keingintahuan warga Perancis terhadap Islam semakin besar. Dan setelah mereka pelajari, mereka menemukan keindahan dan kedamaian di dalamnya. Sebagaimana dikutip Islam Memo (14/2/2015), pada Januari 2015 ini, Masjid Paris telah menjadi saksi bersyahadatnya 40 warga Perancis atau naik dibandingkan Januari 2014 yang berjumla h 22 orang. Sesungguhnya mereka yang datang dengan kebencian pada hakikatnya tidak mengenal Islam itu seperti apa kecuali dari gambaran yang mereka peroleh dari orang-orang yang membenci Islam lainnya. Sedangkan mereka yang ingin tahu lebih jauh apakah benar seperti itu Islam yang dituduhkan penuh kekerasan, biasanya hatinya lapang dan pikirannya hanya diarahkan pada keingintahuannya. Sehingga kemudian mereka memperoleh wujud asli dari Islam itu seperti apa. Ketika Rasulullah Saw. hendak berdakwah di Th

Lion Air Delay, Penumpangnya Terlantar

Gambar
Nonton di TV, 6000 penumpang Lion Air terlantar. Alhamdulillah seumur-umur belum pernah naik Lion Air karena sudah terkenal dengan delaynya. Pemerintah seharusnya turun tangan mengenai masalah ini. Tampak sekali Lion Air seperti tidak berprikemanusiaan kepada penumpangnya. Ditinggal begitu saja tanpa adanya kepastian yang jelas. Sudah nunggu lama-lama tidak ada makan tidak ada minum. Apalagi dapat hotel sebagai tempat beristirahat. Menurut aturannya, maskapai yang pesawatnya delay maka penumpang akan memperoleh : 1. Delay lebih dari 60 menit hingga 120 menit, maskapai wajib memberikan makanan ringan (snack). 2. Delay 120-180 menit wajib memberikan makanan berat dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau badan usaha angkutan udara lainnya bila diminta penumpang. 3. Terlambat lebih dari 240 menit dan penumpang tidak dapat dipindahkan ke penerbangan selanjutnya maka wajib memberikan akomodasi (hotel dan makan), diangkut pada penerbangan berikutnya. Jadi

Keadilan untuk LHI

Gambar
Melihat ribut-ribut KPK vs POLRI mengingatkan saya pada LHI. Membuat saya semakin sedih sekaligus marah. Disini saya sedang bicara keadilan. BW ditangkap selepas dia mengantarkan anaknya ke sekolah. LHI ditangkap saat sedang rapat di kantor PKS dan langsung ditetapkan tersangka. Bedanya, BW ditangkap POLRI, sedangkan LHI ditangkap KPK. Keduanya sama-sama ditetapkan sebagai tersangka dgn cepat.  Tapi anehnya penetapan tersangka BW dianggap para pendukungnya sebagai kriminalisasi, lalu mengapa pendukung LHI tidak berhak juga mengatakan hal yang sama?! Apa alasan penyidik KPK begitu cepat menetapkan LHI sebagai tersangka? Saya ingat perkataan Johan Budi, itu bagaimana penyidik KPK. Bila dirasa memang harus segera ditetapkan tersangka ya harus segera ditetapkan sebagai tersangka. Begitupun ketika penyidik Polri menetapkan BW sebagai tersangka, ya itukan terserah mereka. Jadi sama saja kan? Bukankah wakil ketua KPK dan ketua umum sebuah partai hingga rakyat kecil sama kedudukannya di

Standar Ganda Jaringan Islam Liberal

Gambar
JIL lewat tokohnya yang bernama Zuhairi Misrawi baru-baru ini menghina KH. Arifin Ilham dengan julukan "penjaja zikir" karena telah memprovokasi umat untuk membenci kelompok syiah. Zikir dan kebencian tdk mungkin bersatu sehingga dakwah yang dilakukan oleh KH. Arifin Ilham lebih pantas disebut sebagai penjaja zikir. Sejak kapan mereka yang anti ajaran syiah bahkan membencinya dianggap sebagai orang yang menyimpang - dalam kasus KH. Arifin Ilham disebut "penjaja zikir"? Bila memang menyimpang, berarti ulama-ulama besar seperti Imam Syafii, Imam Ahmad , Imam Malik juga menyimpang karena telah memfatwakan sesatnya syiah! Bila dirunut semakin jauh ke belakang, kelompok syiah-lah yang terlebih dahulu menyebarkan kebencian. Yaitu kebencian mereka kepada para sahabat Nabi dan orang-orang saleh setelahnya. Mereka menyuruh umat berlaku toleran terhadap umat atau organisasi yang menyimpang. Tapi disisi lain mereka malah menjelek-jelekkan, menghina, dan menganju

Hari Kasih Sayang Antara Islam dan Barat

Gambar
Seperti halnya ibadah kaum nasrani yang hanya seminggu sekali ke gereja. Mereka menumpahkan kasih sayang hanya pada satu hari saja. Lihatlah kelakuan mereka; siapakah yang memulai perang dunia 1, perang dunia ke 2, menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, membunuh jutaan rakyat Vietnam, pembantaian umat Islam di Afghanistan, Irak, Palestina, dan seterusnya. Sedangkan umat Islam adalah umat terbaik karena mereka menyeru pada kebaikan, mencegah pada kemungkaran, dan beriman kepada Allah Ta'ala. Kita adal ah umat yg diwajibkan beribadah shalat lima waktu sehari, bahkan kita diperintahkan untuk banyak berzikir di saat berdiri, duduk, dan berbaring. Dan kita juga diperintahkan untuk berakhlakul karimah, memiliki adab baik kepada sesama, hewan, maupun tumbuhan. Bila kita menyembelih hewan pun haruslah dengan pisau yang tajam. Tujuannya adalah agar tidak menyiksa hewan. Demikianlah kita berkasih sayang setiap hari, setiap waktu, dan dimanapun kita berada. Jadi, mau pilih

Perpecahan Mujahidin Suriah

Gambar
Kabarnya di Suriah terjadi pertempuran antar faksi mujahidin. Saya sedih sekali. Padahal jika mereka orang-orang yang beriman, mereka pasti bersatu. Oleh karenanya mereka lebih pantas untuk bersatu ketimbang bersatunya orang-orang kafir, kaum munafikin, dan kaum fasiqin. Perpecahan ini membuat kemenangan semakin jauh dari kaum mujahidin. Karena salah satu syarat kemenangan adalah persatuan dalam  barisan yang kokoh. Tidakkah mereka belajar dari Afghanistan? Pada awalnya kaum mujahidin bersatu untuk mengusir penjajar Soviet. Namun setelah berkuasa, mereka malah berpecah belah antara satu dengan lainnya. Mereka saling bunuh dan saling tikam padahal mereka sesama muslim dan sesama pejuang di jalan Allah. Akhirnya mereka menjadi lemah dan orang-orang kafir dan kaum munafikin merebut kekuasaan dari mereka. Akibat perpecahan, tujuan mulia yang para mujahid ingin tegakkan, tidak terlaksana. Imam Ibnu Taimiyah berkata, “Perpecahan umat yang telah menimpa para ulama, para masyayikh, u