Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dawud ath-tha'i

Teladan Ulama dalam Mengisi Waktu Luang

Gambar
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu padanya: Kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari) "Dan jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, maka ia akan disibukkan dengan hal-hal yang batil.” (Imam Asy-Syafi'i) Menurut penelitian para ahli, pengangguran menjadi penyebab utama terjadinya tindak kriminalitas di masyarakat. Pengangguran membuat orang lupa akan tujuan hidupnya yaitu mengab di kepada Allah. Sebagaimana kata Imam Syafi'i di atas, "Jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, maka ia akan disibukkan dengan hal-hal batil."  Seorang muslim yang sadar akan tujuan hidupnya tidak mungkin menganggur. Karena banyak hal bisa ia kerjakan, baik berkaitan urusan duniawi maupun ukhrawi. Islam sangat menekankan bila sudah selesai satu pekerjaan, berlanjut pada pekerjaan berikutnya. Bila pekerjaan duniawi sudah selesai, bisa berlanjut pada pekerjaan duniawi lainnya atau berlanjut pada pekerjaan ukhrawi. Begitulah seterusnya selama 24 jam da...

Ulama ini Sangat Disiplin Menjaga Waktu

Gambar
Dawud At-Tha’i rahimahullah memakan alfatit (roti yang dibasahi dengan air). Dia tidak memakan roti kering (tanpa dibasahi). Pembantunya bertanya, “Apakah anda tidak berhasrat makan roti kering?” Dawud menjawab, “Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat antara memakan roti kering dan basah.”   (Sifatus Shafwah , 3/92) Ibnu Aqil berkata, “Aku menyingkat semaksimal mungkin waktu-waktu makan, sehingga aku lebih memilih memakan kue kering yang dicelup ke dalam air (dimakan sambil dibasahi) daripada memakan roti kering, karena selisih waktu mengunyahnya (waktu dalam mencelup kue dengan air lebih pendek daripada waktu memakan roti kering) bisa aku gunakan untuk membaca dan menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.” (Dia melakukan hal itu supaya bisa memanfaatkan waktu lebih). ( Dzailut Thabaqatil Hanabilah , Ibnu Rajab,1/177) Imam Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Imam Ibnu Aqil telah menulis satu judul kitab dengan tebal 800 jilid. Sebuah maha karya y...