Postingan

Menampilkan postingan dengan label hakikat malu

Hakikat Malu

Gambar
“Malu itu tidaklah datang kecuali dengan membawa kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim) “Malu itu kebaikan seluruhnya.”  (HR. Bukhari dan Muslim) Apa makna dari dua hadits ini? Bukankah ada saja orang yang malu dari berbuat kebaikan atau malu meninggalkan kemaksiatan? Selama ini sebagian orang salah paham tentang siapa yang dimaksud dengan orang yang memiliki rasa malu. Mereka mengatakan bahwa rasa malu identik dengan orang yang pendiam atau orang yang mengurung diri dirumah. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Toh, bila seorang pendiam disebut punya rasa malu, banyak di antara mereka yang diam-diam berbuat maksiat. Mereka hanya diam disaat bersama orang lain tetapi tidak diam disaat sendiri.  Hakikat rasa malu adalah mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan dan menjauhkannya dari berbuat kejahatan. Jika melakukan hal sebaliknya, maka hal itu bukanlah rasa malu tapi kelemahan, kehinaan, dan ketidakberdayaan.  Imam Raghib al-Asfahani ra...