Postingan

Menampilkan postingan dengan label As Sisi

Kudeta Mesir Di Ambang Kehancuran

Gambar
Tampaknya para pimpinan kudeta Mesir sudah mulai ketar ketir. Mereka dibayangi oleh ketidakmenentuan nasib mereka di Mesir. Di belakang mereka dibayangi oleh kezaliman yang telah mereka perbuat, di depan mereka dibayangi oleh hukuman yang akan mereka tanggung di dunia dan akhirat. Oleh karena itulah, saat ini, mereka sedang memperlambat jarak mereka dari hukuman yang akan mereka terima kelak. Yaitu dengan cara menghapus 18 pimpinan Ikhwanul Muslimin dari daftar hitam. Termasuk di dalamnya adalah mengampuni Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Prof. DR. Muhammad Badi' hafidzahullah. Jalan yang mereka tempuh kini setengah-setengah, mengampuni Ikhwanul Muslimin sambil berharap mereka kelak tidak mendapat hukuman dari kudeta yang mereka lakukan. Tapi dalam hati dan pikiran mereka masih menginginkan mereka tetap berkuasa, entah bagaimana caranya. Mungkin ini yang namanya mimpi. Mimpi disiang bolong. Allah Swt. telah menegaskan bahwa orang yang melakukan kezaliman, pada hakikatnya dia t...

Tanda-tanda People Power di Mesir

Gambar
Disitus   middleeastmonitor.com   menyebutkan tingkat partisipasi rakyat Mesir dalam mengikuti pemilu parlemen baru-baru ini hanya sebesar 2,27% dari 27 juta pemilih atau hanya sekitar 612 ribuan yang ikut mencoblos. Keadaan ini sangat jauh berbeda ketika pemilu parlemen untuk pertama kalinya pasca tumbangnya Mubarak ( Pemilu 2011-2012 ). Di mana Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu parlemen pada saat itu; masyarakat berbondong-bondong memilih wakil rakyatnya. ( Partai Ikhwan FJP FJP meraih 47,18% suara ) Para peneliti politik di seluruh dunia sudah mafhum, kondisi rendahnya partisipasi publik dalam pemilu adalah bukti paling kuat rendahnya kepercayaan publik terhadap pemerintah atau partai yang ada. Kondisi di Mesir saat ini sangat mengherankan sekali. Betapa pemerintahan kudeta As Sisi yang selama ini mengaku-ngaku mendapatkan dukungan rakyat, nyatanya tidak mempunyai dukungan atau legitimasi dari rakyatnya sendiri. Dari sini terlihat bahwa rakyat Mesir se...

Ulama Su' di Mesir

Gambar
Saya terkejut dan heran dengan pernyataan Syaikh Mukhtar Jumah, menteri agama-nya rezim kudeta, bahwa boleh mendoakan keburukan untuk mursi dan tidak boleh mendoakan keburukan untuk as sisi. Karena mursi adalah presiden yang sah, sedangkan As Sisi adalah presiden yang sah. Fakta seperti apakah dia bisa berkata seperti itu? Secara fakta bagi orang yang berakal sehat bahwa pernyataan seperti itu ibarat orang yang terbalik akalnya alias gila. Mursi adalah presiden yang dipilih  oleh rakyat. Sedangkan As Sisi adalah presiden yang diraih dengan kekerasan dan kezaliman. Mursi adalah orang saleh. Sedangkan As Sisi adalah orang zalim. Lalu saya mengingat sejarah tentang ulama-ulama   su'  (buruk) diseputar penguasa. Ternyata jumlah mereka tidak sedikit. Merekalah yang turut andil melegitimasi penyiksaan penguasa atas ulama-ulama saleh seperti terhadap Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah, dan Imam Hasan Al Banna. Bagaimana bisa legit...

Siapa yang Khawarij, As Sisi atau Mursi?

Gambar
Saya heran, bagaimana seorang yang mempunyai ilmu agama yang tinggi seperti Ali Jumuah (mantan mufti Mesir) menuduh Mursi dan para pendukungnya sebagai Khawarij. Padahal setahu saya, Khawarij itu lebih tepat diarahkan kepada mereka yang mengkudeta Mursi. Karena mereka adalah telah memberontak terhadap pemerintahan yang sah; yang terpilih secara demokratis  dan jurdil. Dalam awal sejarah Khawarij, mereka dulunya adalah pendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra.. Karena suatu hal yang menurut mereka Ali sudah jauh menyimpang dari tuntunan Ilahi, akhirnya mereka keluar dari jamaah khalifah yang sah. Kata "mereka keluar" inilah yang dikenal dengan istilah khawarij. Di sini saya akan mengutip satu kisah debat antara Ibnu Abbas Ra. yang datang menemui kaum Khawarij. Ketika kaum Haruriyyah (Khawarij) memberontak, mereka berkumpul menyendiri di suatu daerah. Ketika itu mereka ada sekitar 6000 orang. Maka Ibnu Abbas pun berkata kepada ‘Ali bin Abi Thalib Ra.: “Wahai Ami...