Postingan

Menampilkan postingan dengan label sabar

Saling Menasehati dalam Kebenaran dan Kesabaran

Gambar
Saat seseorang terkena musibah, kita mengucapkan belasungkawa dan memberinya nasehat kesabaran. Bukan berarti kita lebih baik dari yang diberi nasehat. Tapi sekedar mengingatkan akan pentingnya kesabaran disaat itu. Jangan sampai ada perkataan, "Ah, kamu kalau mendapat musibah juga sama saja seperti saya!" Ketika kita terkena musibah juga sangat baik orang lain memberi nasehat untuk kita. Jangan merasa dipermalukan dengan nasehat itu meskipun diberikan oleh orang yang tidak   kita kenal. Semua nasehat itu kita perlukan untuk mengingatkan kita tentang apa yang seharusnya kita lakukan di saat genting seperti itu. Karena hampir-hampir akal pikiran orang yang terkena musibah tertutup oleh musibah yang dia alami. Untuk membukanya kembali, maka diperlukanlah watawa shawbil haq watawa shawbish shabr . Ini perintah agama. Maka berilah nasehat. Karena addienun nasihah .

Nikmatnya Pahala Sabar Menghilangkan Rasa Sakit Karena Musibah

Gambar
Di dalam kitab  Ihya Ulumuddin  dikisahkan, Fath Al Maushili memiliki seorang istri yang dikenal dengan kesabarannya. Suatu saat istri beliau terjatuh dan kuku jarinya pecah hingga menyebabkan luka, namun ia malah tertawa dengan keadaan seperti itu. Hal itu menyebabkan orang disekitarnya bertanya terheran-heran, "Apakah engkau tidak merasa sakit?" Istri Fath Al Maushili pun menjawab, "Sesungguhnya nikmatnya pahala karena luka ini menghilangkan rasa sakitnya dari hatiku." Demikianlah keajaiban rasa sabar; musibah yang berat terasa ringan dan senantiasa tenang dan berbahagia ditengah kesulitan. Keadaan ini akan jauh berbeda bila musibah itu dihadapi dengan ketidaksabaran; musibah yang ringan menjadi terasa berat, masalah yang kecil dibesar-besarkan. Ketika menghadapi musibah, ingat-ingatlah keutamaan sabar; keutamaannya di dunia dan pahalanya di akhirat.Ingatlah ayat-ayat Al Quran, hadits-hadits Rasulullah, dan perkataan ulama tentang sabar. ku...

Sabar dalam Berdakwah

Gambar
Aku berjalan dengan seorang temanku, seorang anggota kelompok Quaker, menuju sebuah stand koran malam itu. Ia membeli sebuah koran. Dengan sopan ia mengucapkan terima kasih kepada penjualnya. Namun, penjual koran itu tidak mempedulikan ucapan tersebut. “Orang yang tidak sopan, ya?” komentarku. “Oh, setiap malam ia selalu begitu,” sangkal temanku. “Lalu, mengapa Anda terus begitu sopan kepadanya ?” tanyaku. “Mengapa tidak?” sanggahnya. “Mengapa aku membiarkannya menentukan bagaimana aku akan bertindak?” Saat memikirkan kejadian itu selanjutnya, muncul dalam benakku bahwa ungkapan yang penting adalah “tindakan”. Temanku bertindak terhadap orang lain; kebanyakan kita bereaksi terhadap mereka. Ia memiliki suatu indera keseimbangan mental yang tidak ada pada sebagian besar kita; ia tahu siapa dirinya, untuk apa ia bersikap, dan bagaimana ia akan berperilaku. Ia tidak mau membalas ketidaksopanan dengan ketidaksopanan karena dengan itu ia tidak lagi mampu men...

Manusia akan Terlihat Akhlaknya Saat Tengah Menghadapi Ujian dan Cobaan

Gambar
Rasulullah Saw. melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan (dalam riwayat lain menangisi anaknya yang meninggal). Maka Rasul berkata kepada wanita itu : "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." Maka wanita itu berkata: "Engkau tidak merasakan apa yang kurasakan, karena engkau tidak mengalami musibah seperti musibahku". Anas berkata: "Wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Nabi." Lalu dikatakan kepadanya: "Yang menegurmu adalah Rasulullah Saw." Wanita itu terkejut. Segera dia mendatangi rumah Rasulullah Saw. dan dia tidak mendapatkan penjaga pintu di sisinya. Wanita itu berkata: "Wahai Rasulullah tadi aku tidak mengenalimu." Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya sabar itu adalah pada pukulan pertama. " (HR. Muslim) Penyabar atau tidaknya seseorang terlihat ketika dia sedang menghadapi masalah, apakah dia mampu bersabar di saat itu atau tidak serta bers...