Postingan

Menampilkan postingan dengan label Imam Al Junaid

Manfaat dari Menulis Pemikiran Kita Sendiri

Gambar
Saya berpikir, alangkah pentingnya menulis pemikiran kita dalam sebuah tulisan ataupun buku. Agar orang tahu apa sejatinya kita. Agar orang bisa langsung membaca dan mengomentari pemikiran kita dan mengungkap tentang benar atau tidaknya diri kita. Bukan sebatas kata fulan dan fulan tentang kita, yang bisa saja salah memahami sejatinya kita. Saya mengambil satu contoh saja. Yaitu sosok Imam Abu Hasan Asy Syadzili. Beliau adalah pendiri tarekat Syadziliah. Sekilas dari sejarah  yang saya baca tentang diri beliau, beliau adalah sufi yang hanif atau dalam bahasa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, shufiyyah al haqaiq. Selain dikenal sebagai seorang sufi, beliau juga dikenal sebagai ahli hadits dan fuqaha terutama mazhab Maliki. Keahlian ini membuatnya memiliki pengendalian diri terhadap segala bentuk aktivitas kesufiannya. Baginya, mengikuti sunnah Rasulullah merupakan sebuah syarat untuk sukses melangkah di jalan kesufian. Pemikiran ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan pemikir...

Tetap Produktif Menjelang Wafat

Gambar
Imam Ibnu Al Jauzy berkata,  “Orang berakal adalah yang tahu bahwa dunia ini tidak diciptakan hanya untuk mencari kesenangan, karenanya dalam kondisi apa pun ia harus konsisten dalam menggunakan waktunya secara tepat.” Sungguh sebuah ungkapan yang menarik. Dalam kondisi apapun kita harus konsisten menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, tak terkecuali disaat kita sakit hingga menjelang wafat. Para ulama kita dibawah ini telah memberikan contoh yang baik bagaimana mereka tetap konsisten dalam menjaga waktunya meskipun mereka saat itu sedang sakit berat yang berujung pada kematian. Ibrahim bin al-Jarrah berkata, Imam Abu Yusuf Al-Qadhi rahimahullah sedang sakit. Saya pun menjenguknya. Saat itu dia tidak sadarkan diri. Ketika terjaga, beliau lalu bersandar dan mengatakan, "Hai Ibrahim, bagaimana pendapatmu dalam masalah ini?' Saya menjawab, 'Dalam kondisi seperti ini?' Dia mengatakan, "Tidak mengapa, kita terus belajar. Mudah-mudahan ada orang ya...