Postingan

Menampilkan postingan dengan label alquran

Status WA 14

Gambar
1.Buya HAMKA Rahimahullah ketika teringat mendiang istrinya, beliau bersenandung. Tapi jika tidak kuat lagi menahan rindu, beliau berwudhu, shalat taubat dan kemudian membaca Al Quran 5-6 jam. Tujuannya adalah berupaya mengalihkan dan memusatkan pikiran dan kecintaan beliau semata-mata kepada Allah. Beliau takut kecintaan kepada istrinya melebihi kecintaannya kepada Allah. 2. Saya pernah berpikir bagaimana cara para ulama salaf seperti Imam Asy Syafi'i bisa mengkhatamkan Al Quran 60x di bulan Ramadhan. Saya coba membaca dengan cepat sebisa saya, paling cepat 1 juz 30 menit. Jadi butuh 15 jam untuk mengkhatamkan Alquran. Agak sulit sepertinya. Kecepatan itu ternyata tergantung juga dari hafalan dan seringnya kita membaca Alquran. Imam Syafi'i di hari biasa mampu mengkhatamkan 30x dalam sebulan. Jadi, saat Imam Syafi'i mengkhatamkan 60x dibulan Ramadhan, beliau membacanya dengan cepat ( hadar ) karena sudah sangat kuat hafalannya, melekat bersamaan dengan tajwid, tidak berbua...

Peradaban Islam Berdiri Karena Dibimbing oleh Wahyu Ilahi

Gambar
  Kekaisaran Mongol sebagai sebuah peradaban dan kekuasaan, yang pernah memporak-porandakan kekhalifahan Abbasiyah, hadir berawal dari padang rumput, berkelana dengan kuda-kuda, tidak lepas dari panah dan tombak, secara geografis hampir tidak ada bedanya dengan kondisi jazirah Arab dimana bermula peradaban Islam.  Kekaisaran Mongol sangat cepat bergerak menguasai sepertiga dunia. Tapi, hanya 1,5 abad saja pasca Jenghis Khan, kekaisaran Mongol hancur. Sedangkan peradaban islam, dengan pasang surutnya, terus tersebar dan pengikutnya terus bertambah. Apa yang membedakannya? Karena peradaban islam dibimbing dengan wahyu, maka ia mampu bertahan dan lestari hingga kini.  Lantas, bagaimana mungkin umat Islam menjauhi Al Quran dan As Sunnah sedangkan ia telah menaungi dunia 15 abad lamanya. Betapa menunjukkan keduanya sebagai energi yang tidak pernah habis. 

Menambah Semangat Membaca Al Quran dengan Bacaan yang Merdu

Gambar
Saya senang dengan suara merdu para qari. Rasa-rasanya jadi ingin terus mendengarkannya. Qori yang saya sukai diantaranya: Omar Hisham Al Arabi, Salman Al Utaybi, Misyhari Rasyid Al Afasy, Abdurrahman As Sudais, dan Su'ud Asy Syuraim. Saya teringat kisah Imam Syafi'i yang sedang membaca Al Quran. Tiba-tiba banyak orang berdatangan dan mendengarnya tanpa sepengetahuan beliau. Banyak diantara mereka menangis. Imam Syafi'i memang dikenal memiliki suara yang merdu ketika membaca Al Quran.  Saya bayangkan jika saya membacanya dengan cara yang sama sepertinya akan lebih menyenangkan. Akan lebih meresap ke dalam hati. Oleh karenanya saya rajin menyimak tilawah qori-qori ternama yang mempunyai keindahan suara. Bukan untuk saya tiru suaranya. Tapi yang lebih saya ambil dari mereka adalah semangat mereka dalam memperbagus bacaan Al Quran. Sehingga ketika saya berhadapan dengan Al Quran pun dapat membacanya sebaik-baiknya. Ketika saya membacanya dengan taj...

Inilah Waktu Terbaik Khusyu Membaca Al Quran

Gambar
Bila ingin bacaan Quran meresap di hati, bacalah ia disepertiga malam. Karena di saat itu adalah waktu kita sangat dekat dengan Allah. Waktu di mana hanya ada kita dengan Allah. Kita mencurahkan segenap perasaan, keluh kesah, airmata dan kesedihan kita kepada-Nya tanpa ada rasa malu dan tanpa merasa riya. Bagaimana hati tidak menjadi berkesan, bagaimana airmata tidak meleleh membasahi pipi, bagaimana antusias beribadah tidak tumbuh. Sesungguhnya waktu yang paling indah bagi orang-orang saleh adalah di sepertiga malam. Berlalunya tanpa makna dan ibadah membuat mereka bersedih. Lebih sedih daripada kehilangan dunia yang ada di dalam genggaman mereka. Duhai, bagaimana mungkin mereka mampu mengemban amanah Al Quran sementara mereka tidak beribadah di sepertiga malam. "Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat." (QS. Al Muzammil: 5) Yang dimaksud "perkataan yang berat" adalah Al Quran. Untuk mengemban perkataan yang berat itu, orang-ora...

Keutamaan Tadabbur Al Quran

Gambar
Rasulullah Saw. bersabda, "Allah tidak akan mengazab hati orang yang mentadabburi Al Quran." Imam Hasan Al Banna rahimahullah berkata, "Wahai Ikhwan, hendaklah kalian menjalin hubungan dengan Al Quran setiap saat, supaya kalian mampu mendapatkan ilmu baru setiap kali berhubungan dengannya." Adalah tidak cukup bagi hati yang haus akan iman dan hikmah hanya membaca Al Quran sekali. Tapi setiap ulangan kepadanya memberikan sesuatu yang baru bagi hati dan pikiran. Ia ibarat berlian. Dari setiap sisi manapun memancarkan kemilaunya.

Mengapa Kitab Suci Umat Islam Dinamakan Al Quran?

Gambar
Selama ini mungkin ada yang belum tahu mengapa kitab suci kita dinamakan "Al-Qur'an". Apa arti dari Al-Qur'an? Dengan memahami maknanya, kita akan lebih mengetahui kedudukannya yang agung. Imam Asy-Syafi'i, Imam Ibnu Katsir, dan yang lainnya meyakini bahwa Al-Qur'an sama posisinya dengan Kitab Zabur, Taurat, dan Injil, sebuah nama yang tidak memiliki asal kata. Ahli tafsir lain berpendapat bahwa Al-Qur'an berasal dari kata  qa-ra-a  yang kemudian dilekatkan pada apa yang diturunkan pada Rasul Muhammad Saw. Pendapat ini di dukung Hasan bin Tsabit dan Al-Lihyani. Sementara itu, yang lain berpendapat bahwa kata Al-Qur'an berasal dari kata qur'u yang berarti 'mengumpulkan'. ( Lisanul Arab  1/128) Ibnu Al-Atsir mengatakan, "Dinamakan Al-Qur'an karena mengumpulkan kisah-kisah, perintah dan larangan, janji dan ancaman, ayat dan surat yang saling melengkapi." ( An-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar  4/30) Pend...