Sejarah Antara Penulis Sekuler dan Muslim
Bila sejarah modern banyak ditulis oleh orang-orang sekuler, sejarah dimasa kejayaan Islam justru ditulis oleh para ulama. Sebut saja misalnya kitab Tarikh yang ditulis Imam Ath-Thabari, Imam Ibnu Atsir, Imam Ibnu Katsir, Imam As-Suyuthi, mereka selain ahli sejarah juga pakar dibidang ilmu agama. Seolah sejarah telah masuk dalam ilmu agama itu sendiri. Dampak penulisan sejarah akan jauh berbeda an tara penulis sejarah dari kaum sekuler dengan penulis sejarah dari para ulama. Yang pertama berupaya melepaskan ruh dan nilai-nilai agama yang terkandung di dalamnya sehingga seolah sejarah adalah milik mereka. Sedangkan yang kedua menuliskan sejarah apa adanya sambil memetik ibrah (pelajaran) yang terkandung di dalamnya. Bagi mereka yang pernah membaca buku "Menemukan Sejarah" atau buku "Api Sejarah" karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, akan menemukan fakta-fakta mengejutkan yang tidak kita peroleh dari buku-buku sejarah yang kita baca waktu kita d...