Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Menulis Sejarah Artinya Menulis Ilmu Itu Sendiri

Gambar
Menulis tentang sejarah tidaklah semudah yang saya bayangkan. Karena menulis sejarah artinya menulis tentang ilmu itu sendiri. Bukan hanya sekedar mengetahui kapan lahir, kapan mati, tempat  lahir, tempat mati, nama lengkapnya, nama ayah ibunya, tapi menulis sejarah artinya menulis tentang segala apa yang ada pada dirinya, termasuk maknanya yang mendalam.  Alangkah inspiratifnya perkataan Syaikh Muhammad Abu Zahra berikut ini, "Seseorang yang mempelajari sejarah disiplin ilmu filsafat, berarti ia juga mempelajari isi ilmu filsafat itu sendii. Jika seseorang mempelajari sejarah ilmu hukum berarti juga mempelajari ilmu hukum itu sendiri. Bagi mereka yang mempunyai perhatian serta keinginan mengetahui dasar dan tujuan sebuah ilmu fikih, maka mempelajari sejarah ilmu fikih berarti juga mempelajari isi ilmu fikih. Sebab sejarah sebuah disiplin ilmu merupakan bagian dari ilmu itu sendiri." (Syaikh Abu Zahra,  Imam Syafi'i , hal. 15) Para sejarawan muslim dahulu kala

Hikmah Gempa Di Nepal

Gambar
Saya mendapatkan foto ini dari seorang teman yang mensharenya di FB. Terkait dengan kejadian gempa Nepal beberapa hari yang lalu. Kabarnya, menurut data terakhir yang saya lihat di TV One, jumlah korban tewas mencapai 5600 orang. Tapi kemungkinan besar terus bertambah karena orang yang belum ditemukan tidak dimasukkan ke dalam korban tewas. Menurut berita yang banyak di share di FB tersebut, beberapa hari sebelum terjadinya gempa hebat tersebut, di adakan upacara pembantaian hewan terbesar di dunia dalam rangka suatu upacara persembahan kepada dewa-dewa di Nepal. Jutaan pemeluk agama Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang digelar tiap lima tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal. Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembantaian di acara tersebut. Festival tersebut diakhiri dengan ritual membunuh 5000 kerbau. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari. Hewan-hewan tersebut tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan s

Mengapa Syiah Ingin Menguasai Makkah dan Madinah?

Gambar
Tidak heran bila Saudi menyerang Syiah di Yaman. Disekeliling saudi saat ini sudah dikelilingi negara-negara syiah. Mulai dari suriah, irak, bahrain, yaman, dan sudah pasti iran. Mengapa syiah ingin menguasai Arab Saudi? Karena di sana ada al haramain. Kenapa syiah ingin menguasai al haramain? Tanah Haramain (Makkah-Madinah) sangat istimewa dan strategis. Nilai spiritual kedua temapt suci ini menembus hati setiap muslim sejati. Makkah adalah Qiblat kaum muslimin seluruh duni a. Setiap tahun jutaan kaum muslimin berbondong-bondong datang ke Makkah demi melaksanakan ibadah haji atau Umrah. Dan Madinah adalah kota Nabi , sekaligus tempat dimakamkannya Rasulullah Saw. Selain itu, nilai politis kedua tanah suci ini sangat tinggi. Siapa saja diberi taufik untuk memakmurkan al-Haramain, maka mereka bisa mempengaruhi opini dan ideologi muslim dunia. Al-Majlisi dalam  Bihar al-Anwar  52/386 menulis: "Tahukah kalian, apa perbuatan yang pertama kali dilakukan oleh al-Mahdi

Ridwan Kamil, Kopiah, dan Sejarah Budaya Bangsa

Gambar
Kalau melihat foto kang Emil saat jalan bareng dengan Jokowi cs, tampak ada yang berbeda dari kang Emil dari kebanyakan orang yang difoto saat itu. Yaitu kopiah atau peci atau songkok yang dipakainya. Kalau melihat foto-foto sejarah pendiri bangsa, kemana-mana sering pakai songkok atau kopiah. Sebut saja misalnya Soekarno, Hatta, Agus Salim, Natsir, Sutan Syahrir, dan Wahid Hasyim. Mungkin karena inilah kang Emil disangka Presiden Indonesia oleh wisatawan dari Jerman. Karena para wisatawan itu melihat foto-foto pemimpin bangsa ini juga menggunakan songkok. Menurut laman wikipedia, Songkok, yang disebut juga sebagai peci atau kopiah merupakan sejenis topi tradisional bagi orang Melayu. Di Indonesia, songkok yang juga dikenal dengan nama peci ini kemudian menjadi bagian dari pakaian nasional, dan dipakai tidak hanya oleh orang Islam. Songkok juga dipakai oleh tentara dan polisi Malaysia dan Brunei pada upacara-upacara tertentu. Penutup kepala ini merupakan variasi dari Fes atau Th

Mengapa Terjadi Peredaran Narkoba di Lapas?

Gambar
Beberapa hari yang lalu saya membaca berita penangkapan pengedar narkoba di salah satu Lapas di Jakarta. Aneh tapi nyata, pengedar narkoba ditangkap di dalam penjara. Dan kejadian ini bukan hanya sekali dua kali ini saja. Tapi sudah cukup santer terdengar. Artinya, Lapas sudah menjadi tempat peredaran narkoba. Saya bertanya-tanya, mengapa semua itu bisa terjadi? Saya memberi empat catatan tentang fenomena ini:  Pertama,  tidak adanya ketegasan dan hukuman yang berat kepada petugas Lapas yang turut terlibat dalam peredaran narkoba di Lapas. Sehingga kasus-kasus seperti ini terus menerus terjadi di Lapas. Kedua,  orang-orang yang ditahan karena narkoba tidak bisa dikatakan dapat sembuh setelah ditahan. Bila tidak ada rehabilitasi maka kecanduan itu alias sakau akan muncul kembali. Sehingga mereka merasa perlu mendapatkan narkoba bagaimanapun caranya. Ketiga,  yang paling berbahaya dari peredaran narkoba di Lapas adalah mencampurbaurkan tahanan narkoba dengan tahanan-tahana

Kezaliman ISIS Terhadap Gerakan Islam

Gambar
Saya menonton di TV aksi penyerangan ISIS di Kamp Yarmouk Suriah di mana di tempat itu banyak dihuni aktivis HAMAS. Aksi penyerangan itu begitu mengerikan. ISIS dengan senjata beratnya memberondong membabi buta orang-orang yang ada di hadapannya. Aktivis HAMAS saya yakin tidak siap dengan kondisi itu karena sebelumnya kondisi di kamp aman-aman saja dan juga tidak menyangka yang melakukannya adalah kelompok yang menamakan dirinya "mujahidin". Mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan mengerikan ini sebelumnya dari kelompok-kelompok oposisi lainnya. Bahkan kelompok-kelompok tersebut menjalin persaudaraan dengan rakyat Palestina di sana. Mengapa ISIS merebut wilayah kamp Yarmouk? Karena mereka sudah dihajar habis-habisan di Irak dan Suriah. Sehingga wilayah kekuasaan mereka semakin sempit dan terjepit. Agar punya ruang gerak, mereka pun merangsek masuk wilayah yang mudah mereka kuasai; tidak peduli wilayah tersebut tempat pengungsian rakyat Palestina atau bukan. Tidak ped

Rezim Jokowi Rezim Militer

Gambar
Hari jum'at lalu saya membaca sebuah berita di salah satu koran nasional. Di sana disebutkan bahwa Presiden Thailand yang notabene dari kalangan militer mengatakan bahwa pemerintah akan membredel media yang kritis kepada pemerintah. Pada umumnya, diberbagai negara yang dipimpin oleh rezim militer, bertindak dengan tangan besi kepada para pengkritiknya. Saya menjadi bertanya-tanya, negeri ini dipimpin oleh orang yang bukan kalangan militer, tapi mengapa perbuatannya lebih sadis darip ada rezim militer di Thailand? Kalau di Thailand baru mau, disini sudah mulai dilakukan upaya pembredelan itu. Keadaan sebaliknya malah terjadi pada pemerintahan SBY. Sudah 2 periode SBY memimpin negeri, sudah sangat banyak media mengkritik pemerintahannya, tapi tak satupun dari media-media tersebut yang dibredel. Bukankah SBY itu berasal dari kalangan militer? Mengapa dia tidak membredel media yang kritis kepadanya? Saya jadi bertanya-tanya tentang definisi rezim militer. Menurut kam

Jihad Pena Melawan Kezaliman

Gambar
Situs-situs islam diblokir. Beberapa FB atau fanpage yang kritis kepada pemerintah juga ikut diblokir. Melihat kezaliman yang dilakukan musuh-musuh Islam di negeri ini, membuat tangan ini merasa gatal untuk terus menulis menyuarakan kebenaran. Saya pernah hidup di akhir masa kepemimpinan Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, dan Jokowi. Dan saya melihat era Jokowi yang baru seumur jagung sangat terasa permusuhannya kepada rakyat pada umumnya dan umat Islam pada khusus nya. Banyak kasus yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu karena hampir semua kita sudah mengetahuinya. Buktinya menurut survei indonesia monitoring development, rakyat menginginkan Jokowi lengser. Ini membuktikan rakyat sudah muak dengan rezim saat ini. Tapi saya harus akui tidak mudah untuk konsisten dan banyak menulis. Saya menghadapi dua masalah:  Pertama,  terkait wawasan. Saya hanya menulis apa yang saya ketahui dan pahami. Sehingga sudah pasti tulisan yang saya buat tidak terlalu banyak diseb

Siapa Dibalik Pemblokiran Situs Islam?

Gambar
Malaysia akan bergabung dengan Koalisi negeri-negeri sunni untuk menumpas syiah houthi di Yaman. Keadaan yang berbeda justru datang dari negeri kita. Disinyalir, kelompok syiahlah yang berada di balik pemblokiran situs-situs Islam. Karena seluruh situs-situs itu mengatakan dengan tegas bahwa syiah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Terkait dengan ISIS, justru saya melihat situs-situs itu sangat kontra dengan ISIS. Setelah Jokowi berkuasa maka gerbong kaum syiah, sekuler,  dan fundamentalis kristen berlindung ditubuh pemerintah. Mereka seolah mendapat angin segar untuk eksis dan terlebih menembakkan peluru-peluru kezaliman mereka kepada orang-orang yang ingin menegakkan syariat Islam. Inilah yang menjadi perbedaan nyata dengan negeri seperti Malaysia. Malaysia adalah negeri muslim yang bermazhab sunni syafiiyah sama seperti muslim di negeri kita. Bedanya disana orang-orang syiah dan sekuler tidak diberi tempat. Mereka sangat memusuhi kaum syiah dan sekuler. Atas nama ne