Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (8)

Gambar
Imam Hakim meriwayatkan bahwa Hisyam bin Ash Al-Umawi menceritakan bahwa dia dan seorang lelaki lain diutus menemui Heraklius – Raja Romawi – untuk mengajaknya masuk Islam. “Kami berangkat, dan ketika kami sampai di Al-Gautah – bagian dari kota Damaskus – kami turun istirahat di perkampungan Al-Jabalah bin Aiham Al-Gassani. Lalu kami masuk menemuinya, tiba-tiba kami jumpai dia berada di atas singgasananya. Ia mengirimkan utusannya kepada kami agar kami berbicara dengannya, tetapi kami mengatakan, ‘Demi Allah, kami tidak akan berbicara kepada utusan. Sesungguhnya kami diutus hanya untuk menemui raja (kalian). Jika kami diberi izin untuk masuk, maka kami akan berbicara langsung dengannya; dan jika tidak, kami tidak akan berbicara kepada utusan.’ Kemudian utusan Jabalah bin Aiham kembali kepadanya dan menceritakan segala sesuatunya kepadanya. Akhirnya kami diberi izin untuk menemuinya, lalu Jabalah berkata, “Berbicaralah kalian!’ Maka Hisyam bin Ash berbicara dengannya dan menyerunya untu...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (7)

Gambar
  “…dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah: 42) Ibnu Abbas Ra. berkata, “Maksudnya, penyembunyian (yang mereka/ orang Yahudi lakukan) terhadap identitas Nabi Saw., padahal mereka telah mengetahuinya.” Muhammad bin Sirin berkata, “Sekelompok anak cucu Harun singgah di Yatsrib ketika Bani Israil tertimpa oleh sesuatu yang menimpa mereka, yaitu kemenangan musuh atas mereka dan kehinaan mereka. Kelompok tersebut merupakan para pembawa Taurat pada masa itu. Mereka menetap di Yatsrib seraya terus mengharap Muhammad akan keluar untuk memimpin mereka. Saat itu mereka telah beriman dan membenarkan akan kenabian beliau. Para ayah itu berlalu dalam keadaan beriman (kepada Muhammad) dan meninggalkan anak cucu yang kemudian bertemu dengan Muhammad namun justru mereka kafir terhadapnya, padahal mereka telah mengetahuinya. Itulah makna dari firman Allah Ta’ala,  ‘Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, lalu mereka ...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (6)

Gambar
  “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”  (QS. Al-A’raf: 157) Imam Ibnu Katsir mengatakan, demikianlah sifat dan ciri khas Nabi Muhammad Saw. yang tertera di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu. Para Nabi terdahulu menyampaikan berita gembira kepada umatnya masing-masing akan kedatangan Nabi Muhammad Saw. dan memerintahkan kepada umatnya untuk mengikutinya (apabila mereka hidup di masanya). Dan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. ma...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (5)

Gambar
Gereja Buhaira di Bushra Suriah sebagaimana dimuat di laman wikipedia Tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad telah terlihat sejak beliau belum menjadi seorang Nabi dan Rasul. Saat Muhammad masih berumur 12 tahun, beliau mengikuti ekspedisi dagang pamannya, Abu Thalib, hingga ke negeri Syam.  Saat tiba Bushra yaitu daerah antara Syam dan Hijaz, seorang pendeta nasrani bernama Buhaira menemui Abu Thalib. Pendeta itu melihat keajaiban pada rombongan kafilah dagang Abu Thalib. Perhatiannya tertuju pada sosok pemuda yang tak lain adalah Muhammad. Setiap kali Muhammad melangkah, maka sekumpulan awan senantiasa menaunginya. Sang pendeta pun segera menghampiri Muhammad. Buhaira memeriksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.  Ia akhirnya menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu. Menyaksikan tanda-tanda kenabian itu, sang pendeta pun berpesan kepada Abu...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (4)

Gambar
  Ada sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk kita renungkan, pada zaman Rasulullah, mengapa orang Madinah lebih antusias berislam ketimbang orang Makkah? Sehingga Rasulullah Saw. berhijrah ke Madinah. Padahal Makkah adalah tanah kelahiran beliau dan banyak saudara beliau tinggal di sana. Tapi hal itu tidak menyurutkan kebencian orang kafir Makkah terhadap diri Rasulullah Saw. Jawabannya dapat saya jelaskan sebagai berikut: Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang heterogen. Di dalamnya tidak hanya terdapat orang musyrik seperti yang terlihat di Makkah, tetapi juga terdapat orang Yahudi. Mereka hidup bersama sudah sejak lama sehingga mereka saling berinteraksi satu sama lainnya. Karena interaksi yang dekat inilah, penduduk Madinah banyak mendengar dari mulut orang-orang Yahudi tentang akan datangnya Nabi akhir zaman dengan tanda-tanda sebagaimana telah dijelaskan di dalam Taurat.  Kemudian penduduk Madinah mendengar kabar tentang orang yang mengaku Nabi, yaitu Muhammad Sa...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (3)

Gambar
Setelah Rasulullah mendapat wahyu pertama kalinya, yaitu surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5, beliau menggigil hebat. Lalu Khadijah menyelimuti beliau hingga tidak menggigil lagi layaknya terkena demam. “Apa yang terjadi pada diriku?” Beliau bertanya kepada Khadijah. Maka dia memberitahukan apa yang baru saja terjadi. Beliau bersabda, “Aku khawatir terhadap keadaan diriku sendiri.” Khadijah berkata, “Tidak. Demi Allah, Allah akan menghinakanmu selamanya, karena engkau suka menyambung tali persaudaraan, ikut membawakan beban orang lain, member makan orang yang miskin, menjamu tamu dan menolong orang yang menegakkan kebenaran.” Selanjutnya Khadijah membawa beliau pergi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, anak paman Khadijah. Waraqah adalah seorang Nasrani semasa jahiliyah. Dia menulis buku dalam bahasa Ibrani dan juga menulis Injil dalam bahasa Ibrani seperti yang dikehendaki Allah. Dia sudah tua dan buta. Khadijah berkata kepada Waraqah, “Wahai anak pamanku, dengarkanlah kisah...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (2)

Gambar
Di dalam sejarah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya kita mengenal seorang sahabat bernama Abdullah bin Salam. Beliau adalah kepala pendeta dan pemuka kaum Yahudi Madinah. Sehari-hari beliau mempelajari Taurat dan mengajarkannya kepada orang Yahudi lainnya. Di dalam Kitab Taurat beliau temukan ayat-ayat tentang akan diutusnya Nabi akhir zaman. Semua tanda-tanda itu beliau kumpulkan dan renungkan. Lalu beliau bandingkan dengan apa yang dikatakan orang-orang bahwa ada orang Makkah yang mengaku dirinya sebagai Nabi. Namanya Muhammad. Tak pelak lagi, berita ini menyita perhatiannya. Lalu beliau cocokkan omongan orang tentang Muhammad dengan apa yang tertuang di dalam Taurat. Klop! Sosok Muhammad sama persis seperti apa yang digambarkan oleh Taurat. Jadilah Abdullah bin Salam menjadi sosok yang sangat merindukan kehadiran Rasulullah Muhammad Saw. Ketika Nabi Muhammad Saw. tiba di Madinah, hati Abdullah bin Salam berbahagia. Dia berteriak, "Allahu Akbar! Allahu Akbar!" Kontan...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (1)

Gambar
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah: 146) Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Allah Swt. memberitahukan bahwa ulama Ahli Kitab mengenal kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. kepada mereka, sebagaimana seseorang dari mereka mengenal anaknya sendiri. Orang-orang Arab biasa membuat perumpamaan seperti ini untuk menunjukkan pengertian pengenalan yang sempurna. Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada seorang lelaki yang bersama anaknya: “Apakah ini anakmu?” Si lelaki menjawab, “Benar, wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwa dia adalah anakku.” Rasulullah Saw. bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya dia tidak samar kepadamu dan kamu tidak samar kepadanya.” Imam Al-Qurthubi mengatakan, telah diriw...

Syaikh Al Azhar Prof. DR. Abdul Halim Mahmud Rahimahullah

Gambar
Prof. DR. Abdul Halim Mahmud adalah Imam besar dan Syaikh Al Azhar Mesir. Lulus Universitas Al Azhar dengan predikat terbaik dan termuda di zamannya. Kemudian melanjutkan S3 nya di Universitas Sorbone Perancis. Walaupun kuliah di kampus Barat yang sekuler, sepulangnya dari sana, beliau justru semakin relijius dan menempuh jalan tasawuf. Beliau hidup zuhud dan wara. Punya jabatan bergengsi, setara dengan pemimpin negeri, bahkan pemimpin spiritual umat Islam, tidak menghalangi beliau hidup merakyat, sering beliau bepergian naik kendaraan umum. Rumahpun masih ngontrak. Oleh banyak orang, beliau dijuluki Imam Al Ghazali abad ke-20 karena kealiman dan kesufiannya. Selain dikenal kesufiannya, beliau dikenal sangat ketat dalam menjalankan syariat Islam. Contohnya persetujuannya untuk melaksanakan hukuman qishash sebagaimana dituangkan dalam hukum Islam. Rahimahullah rahmatan wasi'ah. 

Wafatnya KH. Amin Djamaluddin Ulama Pakar Aliran Sesat

Gambar
Umat Islam Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau salah seorang dari sedikit orang yang pakar menjelaskan aliran-aliran sesat. Jika berdebat dengan tokoh-tokoh aliran sesat, beliau sodorkan bukti seabreg. Bahkan tidak segan, beliau bawa kitab-kitab yang sangat tebal, sekedar ingin menunjukkan bagian mana sebuah ajaran itu sesat. Sontak kejadian itu sudah membuat lawan debatnya shock sebelum berdebat. Beliau juga sudah melanglangbuana menjadi saksi ahli di pengadilan dalam menjelaskan kesesatan ajaran seseorang. Benar-benar seorang pendekar tanpa tanding. KH. Amin Djamaluddin Rahimahullah rahmatan waasi'ah .

DR. Daud Rasyid Memperoleh Gelar Profesor Ilmu Tafsir Hadits

Gambar
Tahniah kepada Ust. Daud Rasyid. Alhamdulillah kini beliau telah dianugerahi gelar profesor. Beliau sangat layak menyandang gelar itu mengingat kepakaran beliau. Saya teringat jika beliau adalah orang Indonesia pertama yang meraih doktor ilmu hadits dari Universitas Cairo Mesir. Kepulangan dari Cairo, beliau disambut oleh Prof. Harun Nasution, rektor IAIN Syarif Hidayatullah saat itu dan memasukkannya menjadi dosen. Harun yang notabene condong pada mu'tazilah (liberal) telah mewarnai pemikiran mayoritas dosen IAIN saat itu bahkan penerusnya terus ada hingga kini. Sedangkan DR. Daud Rasyid muda saat itu membawa pemikiran ahli hadits. Meskipun dosen-dosen yang mendukung beliau sedikit jumlahnya, terutama dari kalangan tarbiyah, beliau tetap terdepan menghadapi arus liberalisme yang semakin kuat di IAIN. Mungkin Harun menyangka DR. Daud seperti kebanyakan dosen pada umumnya, mudah ditundukkan, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan beliau berani berhadapan langsung berdebat dgn ...

Keluarga Bohr Keluarga Fisikawan

Gambar
Foto ini menarik sekali dan sangat menginspirasi. Di foto sekilas sudah saya beri keterangan bahwa mereka adalah bapak-anak-cucu, Bohr. Niels ahli fisika peraih nobel fisika pada tahun 1922 . Anaknya, Aage, adalah ahli fisika peraih nobel fisika pada tahun 1975. Sedangkan cucunya, Tomas, adalah profesor fisika di Universitas Teknik Denmark. Di dalam sejarah Islam kita mengenal keluarga Zuhr. Keluarga ini dikenal pakar dalam ilmu kedokteran. Setidaknya 5 generasi mulai dari kakek-bapak-anak-cucu-cicit berprofesi sebagai dokter. Ibarat pepatah mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jika demikian, apa yang akan kita wariskan kepada anak kita? Kualitas diri kita saat ini beginilah yang setidaknya akan kita wariskan kepada anak² kita. Wallahu a'lam.

Subrahmanyan Chandrasekhar Peraih Nobel Fisika 1983

Gambar
Terkadang sebuah penghargaan itu tidak hadir pada saat selesainya sebuah pekerjaan. Terkadang orang butuh waktu untuk mengakui sumbangsih kita. Dan terkadang pula pekerjaan kita baru teruji kebenarannya dikemudian hari. Kecintaan kita pada sebuah pekerjaan membuat kita fokus pada pekerjaan itu untuk menghasilkan yang terbaik , karena soal penghargaan adalah bonus yang pasti akan diberi. Misalnya apa yg terjadi pada ilmuwan besar dunia, Prof. Subrahmanyan Chandrasekhar. Penelitiannya tentang struktur dan evolusi bintang pada tahun 1933 dicemooh oleh fisikawan terkemuka Inggris Sir Arthur Eddington. Seiring berjalannya waktu, terbukti cemoohan itu salah alamat & terbukti kebenaran hasil kerja Chandrasekhar. Pada tahun 1983 dia memperoleh hadiah nobel fisika. Waktu yg cukup lama untuk membuktikan karya besarnya itu benar-benar diakui oleh tim penilai hadiah nobel.

Prioritas Imam Hasan Al Banna Membentuk Kader, Bukan Menulis Buku

Gambar
Imam Hasan Al Banna rahimahullah tidaklah banyak menulis kitab ( ta'liful kitab ). Bagi beliau prioritas utama adalah mengkader orang yang dapat memahami kitab dengan baik ( ta'lifur rijal ). Ini jelas membutuhkan wawasan yang luas dan ilmu yang mendalam tidak heran beliau mempunyai perpustakaan pribadi yang besar. Dan setiap hari beliau membaca dan mengomentarinya. Beliau berusaha memahami antara fiqh nash dan fiqh waqi. Antara quraniyah dgn kauniyah. Maka lahirlah dari "tangannya" kader² ulama dan da'i yang mumpuni. Sebut saja misalnya Syaikh Sayyid Sabiq penulis Fiqih Sunnah, Syaikh Yusuf Al Qaradhawi penulis Halal dan Haram, Syaikh Muhammad Al Ghazali penulis Fiqih Sirah, Syaikh Mustafa As Sibai penulis As Sunnah wa Makanatuha, Syaikh Mahmud Shawaf pendiri Universitas Islam Madinah, dst. Ctt: foto adalah Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah.

Pengalaman Indah Menangis Karena Allah

Gambar
Saya pernah mengalami kejadian ruhani yang saya anggap luarbiasa dan hingga kini selalu saya ingat. Di suatu malam, para duat termasuk saya di dalamnya, mengadakan pertemuan. Di awali dengan tausiyah, diakhiri dengan doa dan muhasabah. Saat akhir itulah, saya begitu mudah tersentuh hingga menangis keras bahkan hingga acara berakhir saya masih menangis. Hingga seorang ustadz berusaha menenangkan saya, sambil memeluk saya dan berulang berkata, "Masyaallah akhi..." Saya teringat saat muhasabah itu kira-kira mengatakan, "Antum semua enak, disini, berdakwah mudah, kemana-kemana bebas. Coba antum bandingkan diri antum dengan saudara-saudara antum di Palestina atau di negara kaum muslimin yang tertindas. Jadi seharusnya antum bersyukur atas karunia itu." Itulah kenangan indah yang sulit saya lupakan. Salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya. Mungkin antum sudah sering merasakannya, bahkan setiap hari, di sepertiga malam atau diwaktu kapanpun, bersyukurlah. ...

Peradaban Islam Berdiri Karena Dibimbing oleh Wahyu Ilahi

Gambar
  Kekaisaran Mongol sebagai sebuah peradaban dan kekuasaan, yang pernah memporak-porandakan kekhalifahan Abbasiyah, hadir berawal dari padang rumput, berkelana dengan kuda-kuda, tidak lepas dari panah dan tombak, secara geografis hampir tidak ada bedanya dengan kondisi jazirah Arab dimana bermula peradaban Islam.  Kekaisaran Mongol sangat cepat bergerak menguasai sepertiga dunia. Tapi, hanya 1,5 abad saja pasca Jenghis Khan, kekaisaran Mongol hancur. Sedangkan peradaban islam, dengan pasang surutnya, terus tersebar dan pengikutnya terus bertambah. Apa yang membedakannya? Karena peradaban islam dibimbing dengan wahyu, maka ia mampu bertahan dan lestari hingga kini.  Lantas, bagaimana mungkin umat Islam menjauhi Al Quran dan As Sunnah sedangkan ia telah menaungi dunia 15 abad lamanya. Betapa menunjukkan keduanya sebagai energi yang tidak pernah habis. 

Bangsa Mongol: Dari Pembantai Umat Islam menjadi Pembela Islam

Gambar
Jenghis Khan, pemimpin Mongol, meninggal dunia tahun 1227. Ia membagi daerah kekuasaannya menjadi empat wilayah kepada putra-putranya yaitu: Rusia dan Eropa Timur (Golden Horde), Persia, Cina, dan Turkestan. Ceritanya bermula dari Dinasti Mongol Persia. Wilayah ini diberikan kepada putra Jenghis bernama Tolui Khan. Tolui meninggal digantikan Hulagu Khan, anaknya. Dibawah Hulagu Khan, bangsa Mongol memporak-porandakan kekhalifahan Abbasiyah dan membantai kaum muslimin yang dilaluinya. Namun qadarullah pada akhir hidupnya, Hulagu mempercayakan pendidikan putra keduanya, Taghudar, kepada seorang pendidik muslim. Hulagu Khan wafat lalu digantikan oleh putra pertamanya yang bernama Abaqa Khan. Abaqa ini juga membenci Islam sebagaimana bapaknya. Abaqa wafat digantikan adiknya yang bernama Taghudar Khan. Adiknya yang sejak kecil dididik oleh muslim, tumbuh besar dibawah naungan Islam. Taghudar adalah Khan Mongol pertama di Persia yang masuk Islam. Setelah masuk Islam namanya dikenal menjadi ...

Qadi Zada: Ilmuwan Besar Daulah Utsmani dan Guru Ulugh Beg

Gambar
  1. Nama lengkapnya adalah Shalahuddin Musa. Biasa dipanggil dengan nama "Qadi Zada" yang berarti anak seorang hakim. Karena ayahnya seorang hakim.  2. Lahir di Bursa wilayah Daulah Utsmani tahun 1364 dan wafat di Samarkand wilayah Daulah Timurid  tahun 1436. Artinya, dia adalah seorang astronom dan matematikawan asal Utsmani tapi bekerja sebagai ilmuwan di observatorium Ulugh Beg di Samarkand. 3. Melihat minatnya yang besar terhadap ilmu astronomi dan matematika, gurunya, Mulla Syamsuddin Al Fanari , seorang Qadi di Bursa, menyarankannya untuk pergi ke pusat kebudayaan Kerajaan Khurasan atau Transoxania. Dengan demikian Qadi bisa belajar sains disana lebih baik. Guna memuluskan jalan muridnya ini, Al Fanari juga membekali muridnya dengan buku  Emmuzeg al-Ulum (Tipe-tipe Ilmu Pengetahuan), sebagai tanda bahwa dia adalah seorang pelajar. 4. Tapi Qadi Zada baru berangkat ke wilayah-wilayah itu  sekitar  1407 . Tidak jelas mengapa dia menunggu begitu lama sam...