Postingan

Menampilkan postingan dengan label jenghis khan

Peradaban Islam Berdiri Karena Dibimbing oleh Wahyu Ilahi

Gambar
  Kekaisaran Mongol sebagai sebuah peradaban dan kekuasaan, yang pernah memporak-porandakan kekhalifahan Abbasiyah, hadir berawal dari padang rumput, berkelana dengan kuda-kuda, tidak lepas dari panah dan tombak, secara geografis hampir tidak ada bedanya dengan kondisi jazirah Arab dimana bermula peradaban Islam.  Kekaisaran Mongol sangat cepat bergerak menguasai sepertiga dunia. Tapi, hanya 1,5 abad saja pasca Jenghis Khan, kekaisaran Mongol hancur. Sedangkan peradaban islam, dengan pasang surutnya, terus tersebar dan pengikutnya terus bertambah. Apa yang membedakannya? Karena peradaban islam dibimbing dengan wahyu, maka ia mampu bertahan dan lestari hingga kini.  Lantas, bagaimana mungkin umat Islam menjauhi Al Quran dan As Sunnah sedangkan ia telah menaungi dunia 15 abad lamanya. Betapa menunjukkan keduanya sebagai energi yang tidak pernah habis. 

Bangsa Mongol: Dari Pembantai Umat Islam menjadi Pembela Islam

Gambar
Jenghis Khan, pemimpin Mongol, meninggal dunia tahun 1227. Ia membagi daerah kekuasaannya menjadi empat wilayah kepada putra-putranya yaitu: Rusia dan Eropa Timur (Golden Horde), Persia, Cina, dan Turkestan. Ceritanya bermula dari Dinasti Mongol Persia. Wilayah ini diberikan kepada putra Jenghis bernama Tolui Khan. Tolui meninggal digantikan Hulagu Khan, anaknya. Dibawah Hulagu Khan, bangsa Mongol memporak-porandakan kekhalifahan Abbasiyah dan membantai kaum muslimin yang dilaluinya. Namun qadarullah pada akhir hidupnya, Hulagu mempercayakan pendidikan putra keduanya, Taghudar, kepada seorang pendidik muslim. Hulagu Khan wafat lalu digantikan oleh putra pertamanya yang bernama Abaqa Khan. Abaqa ini juga membenci Islam sebagaimana bapaknya. Abaqa wafat digantikan adiknya yang bernama Taghudar Khan. Adiknya yang sejak kecil dididik oleh muslim, tumbuh besar dibawah naungan Islam. Taghudar adalah Khan Mongol pertama di Persia yang masuk Islam. Setelah masuk Islam namanya dikenal menjadi ...