Postingan

Menampilkan postingan dengan label imam ibnu khaldun

Kebangkitan Islam VS Sekulerisme

Gambar
Orang-orang sekuler atau mereka yang ingin meraih kemajuan bangsa dengan tanpa Islam harus mempelajari Muqaddimah karya Ibnu Khaldun. Ini bukan karena beliau orang Arab dan ulama. Mari kita kesampingkan dulu kepakarannya di bidang agama. Sesuatu yang paling dibenci kaum sekuler. Tapi mari kita pandang dirinya sebagai ilmuwan yang keilmuannya diakui dunia dari zamannya hingga kini. Salah seorang ahli sejarah terkemuka, Arnold Toynbee, mengatakan, "Kitab Muqaddimah-nya tentang filsafat sejarah tanpa ragu lagi merupakan pencapaian yang luar biasa, yang pernah diciptakan oleh akal manusia di sepanjang waktu dan tempat." Berkat buku itu, Arnold Toynbee terbimbing dalam menulis buku besarnya, A Study History yang terdiri dari 12 jilid. Dia menulis tentang kisah berdirinya 22 peradaban dalam sejarah manusia. Menurutnya, suatu peradaban akan berdiri dan maju dengan merespon tantangan tertentu baik berupa tantangan yang bersifat materi maupun sosial. Sebuah perad...

Pendidikan Islam di Zaman Keemasan Islam

Gambar
Di zaman keemasan Islam anak-anak kecil memulai pelajarannya dengan menghafal Al Quran. Tidak mengherankan bila sedari kecil mereka sudah mampu menghafalnya secara keseluruhan. Hafalan ini adalah bekal untuk mereka dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Ahli kedokteran muslim terkemuka, Ibnu Sina, dalam buku  As-Siyasah  memberikan nasihat agar seorang anak sejak kecil sudah mulai diajari Al Quran. Hal ini dimaksudkan agar ia mampu menyerap bahasa Al Quran serta tertanam dalam hati mereka ajaran-ajaran tentang keimanan. Sejarawan terkemuka, Imam Ibnu Khaldun, di dalam  Muqadimah -nya, mengisyaratkan akan pentingnya mengajarkan dan menghafalkan Al-Qur'an kepada anak-anak. Ia juga menjelaskan bahwa pengajaran Al-Qur'an merupakan dasar bagi seluruh kurikulum sekolah di berbagai dunia Islam. Sebab, Al-Qur'an merupakan salah satu syiar agama yang dapat menguatkan akidah dan keimanan. Apakah nantinya mereka menjadi seorang ahli tafsir Al Quran atau ahli ilmu-ilmu...

Islam Sebagai Solusi Problematika Kehidupan

Gambar
"Ketika saya sedang menulis, saya membagi pikiran dan perasaanku ke dalam dua bagian: Satu bagian berupaya mengenal realitas Islam dengan teliti, yaitu kondisi-kondisi yang nampak maupun tersembunyi dari umat kita, dan yang lainnya menyerap arahan-arahan Islam yang sifatnya menyembuhkan penyakit dan memperkuat keberadaan Islam. Dalam pengenalan itu saya mencoba memilah penyakit-penyakit warisan dari luar sehingga saya tidak sesat jalan. Saya tidak akan kompromi dengan berbagai jenis penampilan-penampilan serupa yang ingin menipuku sehingga saya tidak mampu mengetahui virus-virusnya yang beragam! Dan dalam upaya mencari obat, saya membedakan ajaran Islam yang berasal dari sumber-sumbernya yang ma'shum dengan perjalanan sejarahnya yang mengalami pasang surut, baik sejarah itu sifatnya politis maupun kebudayaan." (Syaikh Muhammad Al Ghazali rahimahullah) Kata-kata di atas adalah sebuah renungan yang menusuk relung hati saya. Yang membuat saya menyadari kesalah...

Fikih dan Kehidupan

Gambar
Di zaman keemasan Islam jangan heran bila kita temukan para ilmuwan ternyata seorang fakih (ahli fikih). Imam Ibnu Hazm selain dikenal seorang sastrawan dan sejarawan ternyata adalah fakih mazhab Zahiri. Imam Ibnu Rusyd selain dikenal seorang pakar kedokteran dan ahli filsafat ternyata adalah fakih mazhab Maliki. Imam Ibnu Khaldun selain dikenal seorang ahli politik dan sosiologi ternyata juga adalah fakih maz hab Maliki.   Hal itu terjadi karena fikih telah mewarnai pemikiran dan perbuatan mereka. Fikih bagi mereka bersifat luas dan menyeluruh. Bukan hanya sekedar tata cara thaharah dan rukun Islam. Fikih menyentuh segala aspek kehidupan manusia, mulai dari thaharah , siyasah (berpolitik), daulah (bernegara), iqtishadiyah (ekonomi), dan seterusnya. Mulai dari menangani bayi baru lahir hingga bagaimana memperlakukan orang yang sudah mati.   Oleh karena itu, mereka yang menjelekkan orang-orang yang belajar fikih sebagai orang yang bodoh, pada hakikatnya tidak menget...