Postingan

Menampilkan postingan dengan label bukti toleransi islam

Enak di Kristen, Tak Enak di Muslim

Gambar
Innamaa ju’ila alssabtu ‘alaa alladziina ikhtalafuu fiihi wa-inna rabbaka layahkumu baynahum yawma alqiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna (QS. An Nahl: 124). Yang akan kami tulis ini bukan untuk memprovokasi, tapi untuk bahan renungan bagi mereka yang punya akal sehat dan nurani bersih. Utamanya pada bulan suci Ramadhan, untuk apa menebar kehasudan, justru tak baik menebar kebencian. Namun tidak berarti harus tutup mulut dalam saling ingat-mengingatkan, demi kebaikan. Enak umat nasrani, hari Minggu adalah hari libur total sehari dan semua kegiatan memang diliburkan secara resmi oleh pemerintah kita. Dengan demikian, kawan-kawan nasrani bisa beribadah seleluasa mungkin, sekhusyu' mungkin di gereja masing-masing tanpa ada gangguan apapun. Besar-kecil, tua-muda, laki-perempuan bisa tumplek blek menyatu dalam satu tempat ibadah yang dikehendaki. Tidak begitu bagi umat Islam saat melaksanakan ibadah Jum'ah. Hari Jum'ah bukanlah hari libur, me...

Membaca Fenomena Keberanian 'Menyerang' Islam Secara Terang-terangan (2)

Gambar
Kami berkuasa maka pemaaf sifat kami, Tatkala kalian berkuasa Darah pun mengalir rata Tidaklah mengherankan perbedaan diantara kita Karena setiap bejana merembes sesuai isinya. Syair yang ditulis Dr. Musthafa As Siba’i dalam bukunya yang berjudul   "Peradaban Islam Dulu, Kini, dan Esok"   menggambarkan realitas umat Islam dan orang-orang kafir ketika mereka berkuasa. Bahwa umat Islam ketika berkuasa maka memaafkan adalah sifat mereka. Namun ketika orang kafir yang berkuasa, maka mereka melakukan perbuatan zalim kepada umat Islam. Kejadian seperti ini sudah banyak contohnya. Seperti yang terjadi di Ambon-Maluku, Tolikara, Manokwari, Myanmar, Palestina, Philipina, dan Uyghur-China. Dalam peperangan Tartar di negeri Syiria banyak orang-orang Islam, Yahudi, dan Nashrani menjadi tawanan pasukan Tartar. Syaikh Ibnu Taimiyah dengan gagah berani menemui pemimpin Tatar untuk membicarakan persoalan tawanan dan pembebasan tawanan mereka. Pemimpin Tatar mengabulkan pem...