Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhammad Mursi

Aktivis Islam Lebih Dapat Diharapkan untuk Kebangkitan Agama dan Bangsa

Gambar
Saat Mursi memimpin Mesir, beliau mencanangkan proyek kemandirian dan kebangkitan yang disebutnya "nahdah". Salah satu ilmuwan yang beliau undang adalah Profesor Ahmad Zewail, peraih Nobel Kimia dari Mesir yang bermukim di Amerika Serikat. Begitupun dengan apa yang terjadi di Turki, betapa kepedulian para islamis terhadap arti kejayaan islam sesungguhnya. Yang tertoreh di masa lalu untuk di ulang kembali di masa kini. Tidak hanya secara politik, tapi juga ilmu pengetahuan dan pendidikan. Erdogan mengumumkan bahwa sekolah menengah di Savur dan sekolah menengah atas di Artuklu Mardin yang sedang dibangun saat ini telah diputuskan akan diberi nama Aziz Sancar,juga Pusat ilmu pengetahuan dan seni di Mardin yang telah selesai pembangunannya akan diberi nama ''Pusat Ilmu Pengetahuan dan Seni Prof. Dr. Aziz Sancar. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengumumkan seluruh kegiatan yang akan diselenggarakan oleh para pelajar sekolah menengah pertama akan membawa nama Aziz ...

Dimana Engkau Saat Islam Dihina?

Gambar
Seorang Yahudi bernama Ibnu an-Naghrilah menghina dan “menginjak-injak” al-Quran, namun tidak ada yang menegurnya apalagi menghukumnya. Bahkan pemimpin di negerinya, Badis bin Habus, justru membela si Yahudi itu. Dengan kemarahan yang menyala-nyala, Imam Ibnu Hazm kemudian menulis buku berjudul ar-Rad’ ala Ibni an-Naghrilah al-Yahudi (Bantahan terhadap Ibnu an-Naghrilah si Yahudi). Namun anehnya seruannya itu malah dianggap penghinaan. Beliau kemudian diusir da ri negerinya, diasingkan, dan kekayaannya di sita negara. Keadaannya yang cukup menyedihkannya ini membuatnya menulis, “…dan tuan tahu bahwa pikiranku goncang, perasaanku hancur karena jauh dari negeri sendiri, sunyi dari tanah kelahiran, berubahnya waktu, hukuman sultan, berubahnya para sahabat, buruknya kondisi, hilangnya masa senang, keluar dari semua harta kekayaan dari yang kecil sampai yang besar, terputus dari hasil usaha bapak dan nenek para leluhur, merasa asing dalam negeri, hilang harta dan kehormatan, pikiran me...

Ulama Su' di Mesir

Gambar
Saya terkejut dan heran dengan pernyataan Syaikh Mukhtar Jumah, menteri agama-nya rezim kudeta, bahwa boleh mendoakan keburukan untuk mursi dan tidak boleh mendoakan keburukan untuk as sisi. Karena mursi adalah presiden yang sah, sedangkan As Sisi adalah presiden yang sah. Fakta seperti apakah dia bisa berkata seperti itu? Secara fakta bagi orang yang berakal sehat bahwa pernyataan seperti itu ibarat orang yang terbalik akalnya alias gila. Mursi adalah presiden yang dipilih  oleh rakyat. Sedangkan As Sisi adalah presiden yang diraih dengan kekerasan dan kezaliman. Mursi adalah orang saleh. Sedangkan As Sisi adalah orang zalim. Lalu saya mengingat sejarah tentang ulama-ulama   su'  (buruk) diseputar penguasa. Ternyata jumlah mereka tidak sedikit. Merekalah yang turut andil melegitimasi penyiksaan penguasa atas ulama-ulama saleh seperti terhadap Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah, dan Imam Hasan Al Banna. Bagaimana bisa legit...

Jelaslah Sudah Pendukung Kebenaran dan Pendukung Kebatilan Di Mesir

Gambar
Sewaktu Mursi terpilih menjadi Presiden Mesir, Mursi memaafkan orang-orang yang dulu pernah memenjarakannya. Padahal bisa saja dia menghukum mereka. Tapi beliau tidak melakukannya. Mungkin beliau berpikir saat ini tatanan masyarakat telah berubah akibat terjadinya revolusi musim semi. Orang yang dulunya jahat berubah menjadi baik dan bertobat. Beliau berbaik sangka kepada semua orang sebagai bukti ketulusan cintanya kepada rakyat Mesir. Tapi mungkin inilah "kesalahan" terbesa r Mursi; terlalu baik kepada lawan politiknya. Saya berpikir, kalau seandainya saja Mursi waktu itu menghukum lawan-lawan politiknya yang telah menyiksanya, mungkin kudeta saat ini tidak terjadi. Tapi saya kemudian berpikir lagi, apalah artinya saya dihadapan pejuang seperti Mursi dan saudara-saudaranya yang tercinta seperti Prof. Muhammad Badi, Syaikh Mahdi Akif dan Khairat Asy Syatir. Yang sering keluar masuk penjara, sering mendapatkan teror, yang ilmunya lebih luas, akhlaknya lebih indah, ...

Jihad Mursi Untuk Rakyat Suriah

Gambar
Hanya pemerintah Mesir di masa kepemimpinan Muhammad Mursi yang berani dan terang-terangan mendukung oposisi Suriah. Mursi telah mengusir dubes Suriah dan membentuk komite jihad yang para anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh lintas negara seperti DR. Yusuf Al Qaradhawi, DR. Muhammad Al Arifi, DR. Sholah Sulthan, DR. Shofwat Hijazy, DR. Hasan Syafi'i, dan ulama lainnya. Mursi juga membuat kebijakan positif dalam melindungi pengungsi Suriah yang masuk Mesir. Kebijakan Mursi ini kabarnya membuat kalangan militer Mesir yang dekat dengan Bashar Al-Asad Asy Syi'i meradang. Sementara itu negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, & Uni Emirat Arab yang sangat mendukung kudeta terhadap Mursi hanya omdo saja. Dukungan mereka terhadap oposisi Suriah tidak kongkrit. Kemungkinan besar ketidakkongkritan ini terjadi karena ternyata di medan perlawanan Suriah yang banyak berjihad adalah para aktivis Ikhwanul Muslimin. Arab Saudi-UEA-Kuwait tidak fokus membantu umat Islam di Suria...

Siapa yang Khawarij, As Sisi atau Mursi?

Gambar
Saya heran, bagaimana seorang yang mempunyai ilmu agama yang tinggi seperti Ali Jumuah (mantan mufti Mesir) menuduh Mursi dan para pendukungnya sebagai Khawarij. Padahal setahu saya, Khawarij itu lebih tepat diarahkan kepada mereka yang mengkudeta Mursi. Karena mereka adalah telah memberontak terhadap pemerintahan yang sah; yang terpilih secara demokratis  dan jurdil. Dalam awal sejarah Khawarij, mereka dulunya adalah pendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra.. Karena suatu hal yang menurut mereka Ali sudah jauh menyimpang dari tuntunan Ilahi, akhirnya mereka keluar dari jamaah khalifah yang sah. Kata "mereka keluar" inilah yang dikenal dengan istilah khawarij. Di sini saya akan mengutip satu kisah debat antara Ibnu Abbas Ra. yang datang menemui kaum Khawarij. Ketika kaum Haruriyyah (Khawarij) memberontak, mereka berkumpul menyendiri di suatu daerah. Ketika itu mereka ada sekitar 6000 orang. Maka Ibnu Abbas pun berkata kepada ‘Ali bin Abi Thalib Ra.: “Wahai Ami...