Postingan

Menampilkan postingan dengan label keutamaan diam

Keutamaan Diam atau Berbicara Baik

Gambar
"Apabila berbicara itu perak, maka diam dari maksiat kepada Allah adalah emas." (Luqmanul Hakim) Dalam mengomentari perkataan Luqmanul Hakim ini, penulis kitab  Kasyful Khafa  menyebutkan, bahwa yang dimaksud "diam" adalah apa yang tidak ada faidah menurut syar'i. Dan kalau ada faidah syar'inya, maka berbicara itu terkadang wajib hukumnya, terkadang juga   mandub   (terpuji secara syar’i jika dikerjak an dan tidak dicela secara syar’i ketika ditinggalkan). Sedangkan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbaly menafsirkan dengan berkata, "Hal itu berarti bahwa mencegah maksiat lebih utama daripada melaksanakan ketaatan." Tidak ada orang yang bisa selamat darinya, kecuali dengan diam. Oleh karena itulah agama memuji sikap diam bahkan menganjurkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,  "Barangsiapa diam, niscaya akan selamat."  (HR. Tirmidzi) Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Muadz pernah bertanya kepada Rasulullah Saw.,  "Ya Rasu...