Postingan

Menampilkan postingan dengan label keutamaan akhlak yang baik

Bisakah Akhlak Manusia Berubah Menjadi Baik? (Bagian 1)

Gambar
Sebagian orang yang merasa berat dalam bersikap serius dan berlatih dengan tekun menduga bahwa perubahan akhlak tidak bisa dibayangkan akan terjadi. Seandainya dugaan itu benar, akan sia-sialah arahan, nasehat, dan pembinaan. Bagaimana hal ini diingkari dalam diri manusia?  Perilaku binatang saja mungkin berubah ketika Allah mengarahkannya menjadi perilaku manusiawi. Anjing dengan cara makannya yang menjijikkan, bisa berubah menjadi jinak, terkendali dan bersikap manis. Kuda liar bisa menjadi jinak dan patuh. Semuanya itu adalah perubahan perilaku.  Lebih-lebih lagi dengan manusia, ia bisa berubah dengan cara melatih perilakunya. Hal itu karena hawa nafsunya tidak bisa mendominasi dan mengalahkan akalnya. Dan akal seharusnya yang justru mengendalikan dan mengalahkan hawa nafsu. Ini sangat mungkin terjadi.  Bisa jadi rasa marah menghinggapi seseorang karena tidak kuat menahannya. Dengan latihan, ia bisa kembali tenang. Itulah yang dimaksud dengan perubahan perilaku. Dengan...

Status WA 2

Gambar
1. Buah dari ibadah adalah akhlaqul karimah . Shalat mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Puasa melatih diri untuk sabar. Bersedekah melatih diri untuk lembut dan mengasihi. Dzikir melatih ketenangan diri. Berdoa melatih diri untuk berharap hanya kepada Allah.  Kita berharap proses yang kita jalani ini akan memberikan hasil bagi diri kita sendiri. Innaka la tukhliful mii'aad . 2. "Di antara kebijaksanaan orang yang bijak, hendaknya ia memberi keleluasaan hukum kepada temannya, sedang untuk dirinya memilih hukum yang sempit. Sebab, keleluasaan bagi mereka sebagai bentuk penyertaan ilmu. Sedangkan penyempitan untuk dirinya sendiri sebagai aturan wara." (Imam Ruwaym bin Ahmad) Saya pernah memposting pernyataan ini di FB sekitar 9 tahun yang lalu. Karena ingin mengingatnya kembali, saya posting kembali, untuk diambil motivasi dan pelajaran darinya. Orang-orang saleh hakikat amalannya lebih daripada yang terlihat dan katakan, karena kewara'annya. Sedangkan kepad...

Ketika Orang yang Berilmu Kehilangan Arah

Gambar
Saya berpikir mengapa ada orang yang tinggi ilmunya tapi sering sekali lisan dan tulisannya menghina agama. Setelah saya pelajari, ternyata hal itu terjadi karena rusaknya akhlak. Akhlak yang rusak, kata Syaikh Jamaluddin Al Qasimi Ad Dimasyqi rahimahullah, ilmunya bagaikan pedang ditangan orang yang gila. Pedang ini akan menimbulkan kemudaratan dan tidak memberikan manfaat. Maka, orang seperti ini harus kembali membina jiwanya agar ilmunya menjadi manfaat dan pribadinya menjadi terhormat.