Agar Setiap Waktu Tetap Bermanfaat
Saya kadang berpikir tentang waktu yang Allah berikan kepada manusia. Setiap manusia diberi waktu yang sama 24 jam dalam sehari. Namun kenapa hasilnya berbeda? Ada yang sehari-hari hanya disibukkan dengan berbagai permainan dunia. Mencari nafkah, tidur, nonton tv, bermalas-malasan. Begitu seterusnya setiap hari. Sedangkan waktu baginya untuk merenung, beribadah sunah, menambah ilmu pengetahuan, dan menebar manfaat bagi umat hampir tidak ada. Kalau dipikir-pikir tentang waktu yang tersisa, sesibuk apapun kita, tetap masih bisa memberi manfaat baik bagi diri maupun bagi umat. Saya ingat salah seorang guru tahfidz saya bercerita bagaimana dia menghafal Al Qur'an. Saat mengantar anaknya ke sekolah yang jaraknya 30 menit perjalanan motor, bibirnya komat kamit murojaah. Saya ingat seorang ulama mengajarkan anaknya untuk senantiasa berzikir. Suatu ketika saat sedang berjalan berdua, ulama tersebut berkata kepada anaknya, Ayo kita berzikir dari tempat i...