Postingan

Menampilkan postingan dengan label syukur nikmat

Menutup Aib Diri Sebagai Nikmat Terbesar

Gambar
Saya pernah mendengar seorang ulama berkata: Kita terlihat baik di mata orang bukan karena kebaikan kita tapi lebih pada Allah menutup aib-aib kita . Ini ada orang yang sudah baik-baik Allah menutup aibnya, dia malah merekam adegan mesumnya. Lantas kemudian tersebarlah di masyarakat. Maka jadilah ia hina sehina-hinanya. Tidak hanya dihadapan Tuhan Yang Maha Melihat tapi juga dihadapan makhluk-makhlukNya. Itulah mengapa ditutupnya aib adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang seharusnya kita syukuri dengan menjaga aib kita. Tidak membuka dan menyebarluaskannya. Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu anhu , Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: إنَّ مِن أشرِّ الناس عند الله منزلة يوم القيامة، الرجل يفضي إلى امرأته، وتفضي إليه، ثم ينشر سرَّها “Di antara manusia yang paling bejat kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah lelaki yang mencumbui istri dan istrinya juga mencumbui suaminya, kemudian lelaki tersebut menyebarkan rahasianya itu....

Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan?

Gambar
Sahabatku, sudah bertahun-tahun kita hidup, tetapi masih saja ada di antara kita yang tidak merasakan kasih sayang Allah. Mereka berkata: Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah usia 40 tahun gini saya belum mendapatkan jodoh. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah ratusan lamaran kerja saya kirim tapi tak satu di terima. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah sepuluh tahun saya berkeluarga belum juga punya anak. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah lima kali saya ikut ujian masuk perguruan tinggi tapi tak satu pun ada yang lolos. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah tiga kali proposal taaruf saya ditolak oleh akhwat. Semuanya disalahkan kepada Allah. Tidak pernah berpikir dan mengevaluasi diri, mengapa semua itu terjadi. Bahkan tidak pernah merendah diri dalam menghadap-Nya, beristighfar dan memohon kepada-Nya. Mereka menyangka bahwa ukuran kasih sayang Allah hanya pada hal-hal itu saja.  Mengapa mereka tidak berpikir...

Ketika Nikmat Berbicara

Gambar
Allah Maha Pengasih. Sekalipun kita durhaka kepada-Nya, tetap saja Allah memberi kita banyak kenikmatan. Namun, Allah tidak memberi iman kepada hamba-hamba-Nya yang durhaka. Mari kita merenungkan hal ini. Apakah kita akan menjual iman dengan harga yang murah, padahal harga iman itu setara dengan surga? Kita menjadi makhluk-Nya yang kufur setelah kita melalui kenikmatan itu tanpa berterima kasih kepada-Nya. Jika kita berterima kasih kepada orang yang memberikan bantuan kepada kita, sesungguhnya Allah-lah yang lebih berhak dan lebih banyak kita haturkan terima kasih. Karena kenikmatan yang Dia berikan tiada terhitung jumlahnya. Mulai dari udara yang kita hirup, mata yang berkedip, hingga kita dapat mengeluarkan kotoran dari anus kita. Semua itu kenikmatan yang tiada ternilai harganya. Jika engkau mengucapkan kata “ Alhamdulillah ” ketika memperoleh kenikmatan, itu sudah cukup bagi Allah, tapi jika dibandingkan nikmat pemberian-Nya, maka ucapan itu tidaklah sebanding. Pada haki...