Postingan

Menampilkan postingan dengan label imam ibnu hazm

Menjaga Adab Terhadap Ulama

Gambar
Bagi saya, Ibnu Taimiyah itu adalah seorang pemikir besar seperti halnya Al Ghazali, Ibnu Hazm, Al Qurthubi, dsb. Pendapatnya bisa diterima dan juga bisa ditinggalkan sebagaimana juga pendapat ulama lainnya. Oleh karena itu, mereka yang menghina ulama seperti Ibnu Taimiyah atau Al Ghazali atau yang lain, sungguh mereka adalah orang-orang yang kurang adab. Dan, ilmu mereka menjadi rusak karena kurang adab terhadap ulama.

Dimana Engkau Saat Islam Dihina?

Gambar
Seorang Yahudi bernama Ibnu an-Naghrilah menghina dan “menginjak-injak” al-Quran, namun tidak ada yang menegurnya apalagi menghukumnya. Bahkan pemimpin di negerinya, Badis bin Habus, justru membela si Yahudi itu. Dengan kemarahan yang menyala-nyala, Imam Ibnu Hazm kemudian menulis buku berjudul ar-Rad’ ala Ibni an-Naghrilah al-Yahudi (Bantahan terhadap Ibnu an-Naghrilah si Yahudi). Namun anehnya seruannya itu malah dianggap penghinaan. Beliau kemudian diusir da ri negerinya, diasingkan, dan kekayaannya di sita negara. Keadaannya yang cukup menyedihkannya ini membuatnya menulis, “…dan tuan tahu bahwa pikiranku goncang, perasaanku hancur karena jauh dari negeri sendiri, sunyi dari tanah kelahiran, berubahnya waktu, hukuman sultan, berubahnya para sahabat, buruknya kondisi, hilangnya masa senang, keluar dari semua harta kekayaan dari yang kecil sampai yang besar, terputus dari hasil usaha bapak dan nenek para leluhur, merasa asing dalam negeri, hilang harta dan kehormatan, pikiran me...

Fikih dan Kehidupan

Gambar
Di zaman keemasan Islam jangan heran bila kita temukan para ilmuwan ternyata seorang fakih (ahli fikih). Imam Ibnu Hazm selain dikenal seorang sastrawan dan sejarawan ternyata adalah fakih mazhab Zahiri. Imam Ibnu Rusyd selain dikenal seorang pakar kedokteran dan ahli filsafat ternyata adalah fakih mazhab Maliki. Imam Ibnu Khaldun selain dikenal seorang ahli politik dan sosiologi ternyata juga adalah fakih maz hab Maliki.   Hal itu terjadi karena fikih telah mewarnai pemikiran dan perbuatan mereka. Fikih bagi mereka bersifat luas dan menyeluruh. Bukan hanya sekedar tata cara thaharah dan rukun Islam. Fikih menyentuh segala aspek kehidupan manusia, mulai dari thaharah , siyasah (berpolitik), daulah (bernegara), iqtishadiyah (ekonomi), dan seterusnya. Mulai dari menangani bayi baru lahir hingga bagaimana memperlakukan orang yang sudah mati.   Oleh karena itu, mereka yang menjelekkan orang-orang yang belajar fikih sebagai orang yang bodoh, pada hakikatnya tidak menget...

Beragamnya Tema Buku yang Ditulis Para Ulama

Gambar
Saya kaget ketika pada suatu ketika mendapatkan sebuah buku terjemahan berjudul  "Bergonju: Seni Bercinta dalam Islam"  karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi di sebuah pameran buku. Saya bertanya dalam hati, apakah benar penulis buku tersebut adalah beliau? Saya berkeliling mencari buku yang serupa, saya dapatkan buku  "Sutra Ungu"  karya Abu Umar Basyir. Saya berkata dalam hati menyimpulkan, bila ada ulama sekarang men ulis masalah seks tentu merujuk pada ulama-ulama terdahulu. Saya berkata lagi, tema yang serupa pasti juga pernah dibahas oleh para ulama lainnya dan entah berapa buku yang telah ditulis mengenai hal ini. Hanya karena ketidaktahuan saya membuat saya kaget; ulama sekelas Imam Jalaluddin As-Suyuthi menulis buku tentang seks! Walaupun dijual bebas, buku ini bagusnya dibaca bagi mereka yang akan dan sudah menikah. Karena disana ada cara-cara dan posisi dalam berhubungan intim suami-istri *_* Buku-buku seks seperti ini mengingatkan saya pada buku-buku...