Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Maling Teriak Maling

Gambar
Website-website pro syiah ramai-ramai mengatakan "Amerika dan Israel mendukung serangan Arab Saudi terhadap syiah houthi di Yaman." Seolah-olah dibuat kesan Amerika dan Israel berada dibalik serangan tersebut. Selama ini kelompok pro syiah selalu mengidentikkan dirinya sebagai kelompok yang anti Amerika dan Israel. Mereka mengecam Israel tapi sinagog Yahudi banyak bertebaran di Iran. Kabarnya yang terbanyak di Timur Tengah. Mereka mengecam Amerika karena Amerika membantu pemb erontakan melawan Bashar Asad di Suriah. Kemudian mereka mengesankan seolah-olah pihak pemberontak mendapatkan suplai senjata dari Amerika. Hal ini dibantah langsung oleh pihak pemberontak. Pihak pemberontak adalah kaum mujahidin yang sangat anti Amerika. Bagaimana mungkin mereka mendapatkan senjata dan Amerika memberi mereka senjata, sedangkan di antara keduanya saling bermusuhan. Tapi anehnya, kelompok pro syiahlah yang paling mendapat keuntungan dari penggulingan Saddam Husein yang dilakuka

Jelaslah Sudah Pendukung Kebenaran dan Pendukung Kebatilan Di Mesir

Gambar
Sewaktu Mursi terpilih menjadi Presiden Mesir, Mursi memaafkan orang-orang yang dulu pernah memenjarakannya. Padahal bisa saja dia menghukum mereka. Tapi beliau tidak melakukannya. Mungkin beliau berpikir saat ini tatanan masyarakat telah berubah akibat terjadinya revolusi musim semi. Orang yang dulunya jahat berubah menjadi baik dan bertobat. Beliau berbaik sangka kepada semua orang sebagai bukti ketulusan cintanya kepada rakyat Mesir. Tapi mungkin inilah "kesalahan" terbesa r Mursi; terlalu baik kepada lawan politiknya. Saya berpikir, kalau seandainya saja Mursi waktu itu menghukum lawan-lawan politiknya yang telah menyiksanya, mungkin kudeta saat ini tidak terjadi. Tapi saya kemudian berpikir lagi, apalah artinya saya dihadapan pejuang seperti Mursi dan saudara-saudaranya yang tercinta seperti Prof. Muhammad Badi, Syaikh Mahdi Akif dan Khairat Asy Syatir. Yang sering keluar masuk penjara, sering mendapatkan teror, yang ilmunya lebih luas, akhlaknya lebih indah,

Iran: Dalang Dibalik Konflik Timur Tengah

Gambar
“Usaha Iran untuk mendominasi benar-benar menjengkelkan kami, dapatkah ini ditoleransi?” ujar Erdogan Kamis (26/03/2015) dalam sebuah konferensi pers sebagaimana dikutip dari Reuters. Erdogan juga menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah menjelma menjadi konflik sektarian dan mendesak Iran untuk tidak ikut campur. “Iran harus merubah cara pandanganya dan mereka harus menarik semua pasukan, baik yang berada di Yaman, Suriah dan Irak sebagai bentuk rasa hormat terhadap te ritori mereka,” tegasnya. Inilah yang berbahaya dari Iran. Iran bukan hanya sebuah negara tapi juga pusat penyebaran ajaran syiah. Negara atau kelompok yang berbau syiah pasti mereka bela. Contohnya adalah pembelaan mereka terhadap syiah Houthi di Yaman, Bashar Asad di Suriah, Hizbullah di Libanon, dan kelompok oposisi syiah di Bahrain. Non sense pembelaan itu semata-mata alasan kemanusiaan atau membela pihak yang terzalimi. Karena negara dan kelompok yang mereka bela justru berada di pihak yang telah b

Bahasa Menunjukkan Kualitas Seseorang

Gambar
Sultan-sultan melayu di zaman dulu sangat memperhatikan dunia kesusastraan. Mereka sangat menghargai karya-karya sastra. Pejabat tinggi hingga rakyat jelata, ulama hingga para pengikutnya berlomba-lomba dalam dunia sastra ini; baik dalam bertutur kata maupun melalui karya tulis yang mereka buat. Sastra disini bukan sekedar sastra itu sendiri. Sastra disini adalah sastra yang mengandung budi pekerti, nilai-nilai religi, hingga sebagai alat untuk memahami ilmu pengetahuan. Bila  ada peribahasa mengatakan, bahasa menunjukkan bangsa, sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai luhur. Baik buruk sifat dan tabiat orang dapat dilihat dari tutur kata atau bahasanya. Seorang ayah berbahasa kepada putra putrinya, seorang anak berbahasa kepada orangtuanya, seorang ulama berbahasa kepada penguasa, seorang penguasa berbahasa kepada ulama dan rakyatnya. Semua orang berbahasa. Semakin baik bahasanya, semakin tinggi kualitas dirinya. Karya-karya ulama di negeri ini. Mulai dari zaman Hamzah Fan

Syiah Menuduh Saya Wahabi

Gambar
Paling eneg kalau debat dengan orang syiah. Ketika bertanya, bener ngga apa yang kalian lakukan begini dan begitu (misalnya bener ngga kalian mencaci maki para sahabat?) Bukannya menjawab benar atau tidak. Malah menuduh saya wahabi. Ya sudahlah kalau begituuh. Mereka itu berusaha menutup-nutupi keyakinan mereka. Salah satu caranya dengan mengalihkan pembicaraan. Agar mereka seolah sedang tidak terlihat berdusta. Karena kalau mereka berkata tidak benar, umat Islam akan tahu mereka sedang bertaqiyah. Metode mengalihkan pembicaraan atau menyalahkan pihak lain adalah upaya syiah untuk memecah belah kaum muslimin. Jadi janganlah termakan hasutan ucapan mereka. Kesesatan mereka sudah terang benderang.

Mencari Pemimpin yang Tegas dan Beretika

Gambar
Kaka Slank bilang haji Lulung berbahaya karena marahin Ahok. Kalau Ahok sering marahin semua orang yang ditemui dan menemuinya. Apalagi kepada orang yang mengkritiknya, umpatan dan kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Kata Kak Seto, Ahok bukan contoh yang baik bagi anak-anak karena kelakuannya ini. Pemimpin boleh tegas, tapi tetap punya etika. Umar bin Khaththab mantan preman Makkah. Sikap tegasnya masih melekat setelah masuk Islam. Dia obrak abrik kesombongan kafir Qurais y terhadap kaum muslimin. Maka saat Hamzah dan Umar masuk Islam, umat Islam dapat bernafas lega. Mereka punya pelindung yang gagah berani. Mereka mulai berani berdakwah secara terang-terangan. Banyak orang kafir Quraisy takut kepada Umar. Bahkan setan pun takut kepada Umar. Tapi Umar tetap menjadi pribadi yang menyenangkan. Pernah ada seorang nenek mengkritiknya karena kelakuan Umar yang menyimpang dari syariat. Bagaimana Umar? Umar berterima kasih kepada nenek tersebut, membatalkan pendapatnya pribadi, d

Persaudaraan Umat Islam Melewati Batas-Batas Geografis

Gambar
Beberapa waktu yang lalu saya berdebat dengan seseorang yang ternyata beragama Kristen. Orang tersebut mengatakan, untuk apa jauh-jauh membantu rakyat Palestina padahal di dalam negeri sendiri masih banyak yang memerlukan bantuan. Perkataan itu mungkin saja secara betul. Namun dia berpikir dalam kerangka yang sempit dan tidak mengenal hakikat persaudaraan di dalan Islam. Jadi dia merasa kepedulian itu hanya diletakkan pada satu tempat saja sedangkan di tempat yang lain tidak . Saya takutkan orang seperti ini hanya pandai mengkritisi saja tapi tidak pernah melakukan apa yang menjadi pendapatnya di atas. Saat saya menyodorkan bukti-bukti tentang kepedulian rakyat Palestina terhadap bangsa kita. Yaitu di saat kita ditimpa bencana alam, mereka turut membantu kita dengan mengirimkan sejumlah uang kepada kita. Padahal posisi mereka saat ini sedang mengalami kesulitan; mengapa mereka jauh-jauh mengirimkan bantuannya kepada kita sementara mereka sendiri sedang kesusahan? Itulah persauda

Umat Islam VS Media Massa Sekuler

Gambar
Saat ini saya melihat fenomena pembunuhan akal kritis rakyat Indonesia oleh media massa. Hampir seluruh media massa saat ini adalah pendukung Jokowi, Ahok, dan kaum sekuler lainnya. Walaupun mereka sesekali mengkritik tapi seringkali apa yang mereka kritik itu bukan substansi sesungguhnya atau bukan terkait masalah-masalah besar. Bila ada tokoh umat mengkritik tokoh-tokoh sekuler dari kalangan mereka, ramai-ramai media membela tokoh sekuler itu. Karena mereka mungkin menyada ri bahwa menjatuhkan kewibawaan tokoh-tokoh sekuler sama saja meruntuhkan sekularisme itu sendiri! Oleh karena itu, tokoh-tokoh sekuler itu harus dibela habis-habisan. Salah satu caranya adalah membuat opini tandingan seolah tokoh umat tersebutlah yang berbahaya bagi rakyat. Dalam kasus Ahok vs DPRD DKI misalnya, pengamat seperti Effendi Ghozali misalnya mengatakan Ahok dikeroyok oleh anggota dewan. Jelas sekali pengamat seperti Effendi Ghozali walaupun kadang berusaha tampil objektif, namun seringkali m

Pentingnya Tabayun kepada Sesama Mukmin

Gambar
Bagi sesama orang yang beriman, tabayun itu sangat penting bila ada sesama kita diberitakan melakukan kejelekan meskipun yang memberitakan kejelekan itu sangat banyak jumlahnya. Kasus bapak Tubagus Arif, anggota DPRD DKI dari PKS, misalnya, dituduh telah memaki dan berkata kasar dan rasis kepada Ahok. Salah satu yang menghembuskan fitnah ini adalah seorang wanita bernama Dian Supolo, eks Direktur Komunikasi McDonald. Tidak sedikit kaum muslimin yang percaya dengan fitnah ya ng dilontarkan Dian ini. Dan kemudian turut menghina Tubagus Arif yang notabene tidak tahu apa-apa atau tidak pernah mengatakan apa yang dituduhkan itu. Dan terbukti saat ini kata-kata kasar itu bukan dirinya yang mengatakan melainkan anggota dewan dari partai lain. Entah mengapa apa-apa yang berbau PKS seringkali menjadi berita yang menghebohkan. Fitnah yang belum terbukti kebenarannya dianggap sudah benar adanya. Yang lebih menyakitkan lagi, memfitnah tokoh umat adalah batu loncatan untuk menghina a

Siapa yang Pertama Kali Mengakui Kemerdekaan Indonesia: Vatikan atau Negara Islam?

Gambar
Sebuah kebohongan besar diucapkan oleh Ahok yang mengatakan bahwa negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Vatikan. Hal ini sangat tidak sesuai dari sisi fakta sejarah dan agama. Dari sisi fakta sejarah, sebagaimana disebutkan dalam buku   Ensiklopedia Ulama Nusantara   hal. 173, pengakuan   de facto   terhadap Indonesia pertama kali diberikan oleh Mesir (10 Juni 1947), Libanon (17 Juni 1947), Syiria (2 Juli 1947) dan selanjutnya negara-negara Timur Tengah lainnya. Bera rti negara-negara Islam di kawasan Timur Tengahlah yang pertama kali mengakui secara  de facto  lahirnya Republik Indonesia. Kedua, dari sisi agama. Semua penjajah Barat selain membawa misi merauk kekayaan negara yang dijajahnya, juga untuk menyebarkan agamanya. Jadi, bila negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan adalah negara Katolik seperti Vatikan, maka hal itu dusta belaka. Yang paling tepat dan sesuai adalah sebagaimana fakta sejarah yang disebutkan di atas. Negara Islamlah yan

Mengapa Umat Islam di Indonesia Belum Menjadi Tuan Rumah di Negerinya Sendiri?

Gambar
Saya sempat bertanya-tanya mengapa umat Islam di Indonesia secara perpolitikan tidak berkuasa di negerinya sendiri. Lalu saya mencari tahu jawabannya dengan membaca buku-buku sejarah kebangsaan, seperti buku   "Menemukan Sejarah" , "Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia" ,   "Islam dan Keturunan Arab dalam Pemberontakan di Indonesia" ,   "Ensiklopedia Ulama Nusantara" , dan "Menegakkan Indonesia" . Saya dapati di buku-buku yang saya baca itu, sejarah masa lalu kaum muslimin sangat jauh berbeda dengan sejarahnya di masa kini. Dalam artian, kaum muslimin di masa lalu benar-benar menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Mereka menjalankan syariat-Nya dengan bebas dan leluasa. Mereka benar-benar menjadi mayoritas dalam artian yang sebenarnya. Ulama dan Umaro saling bahu membahu dalam menegakkan agama-Nya. Umaro begitu sangat mencintai dan mendengarkan titah ulama. Di Aceh ada Syaikh Nuruddin Ar Raniry dan Syaikh Hamzah Fanshuri. Di

Jihad Mursi Untuk Rakyat Suriah

Gambar
Hanya pemerintah Mesir di masa kepemimpinan Muhammad Mursi yang berani dan terang-terangan mendukung oposisi Suriah. Mursi telah mengusir dubes Suriah dan membentuk komite jihad yang para anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh lintas negara seperti DR. Yusuf Al Qaradhawi, DR. Muhammad Al Arifi, DR. Sholah Sulthan, DR. Shofwat Hijazy, DR. Hasan Syafi'i, dan ulama lainnya. Mursi juga membuat kebijakan positif dalam melindungi pengungsi Suriah yang masuk Mesir. Kebijakan Mursi ini kabarnya membuat kalangan militer Mesir yang dekat dengan Bashar Al-Asad Asy Syi'i meradang. Sementara itu negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, & Uni Emirat Arab yang sangat mendukung kudeta terhadap Mursi hanya omdo saja. Dukungan mereka terhadap oposisi Suriah tidak kongkrit. Kemungkinan besar ketidakkongkritan ini terjadi karena ternyata di medan perlawanan Suriah yang banyak berjihad adalah para aktivis Ikhwanul Muslimin. Arab Saudi-UEA-Kuwait tidak fokus membantu umat Islam di Suria