Postingan

Menampilkan postingan dengan label tasawuf

Ikhwanul Muslimin Thoriqoh Sunniyah

Gambar
Dulu saya pernah membaca sebuah buku. Buku itu membahas intisari kitab Madarijus Salikin . Judul dan penulisnya saya lupa lagi. Tapi yang menggugah saya, buku itu adalah hasil kajiannya saat beliau dipenjara bersama para aktivis Ikhwanul Muslimin lainnya. Hingga setelah beliau keluar dari penjara, beliau terbitkan buku itu. Tidak terlalu tebal dibanding buku acuannya, Madarijus Salikin yang 3 jilid itu. Buku Madarijus Salikin boleh dikatakan adalah buku tasawuf yg utama dari kalangan ulama mazhab hanbali. Saya ingin menunjukkan buku-buku seperti ini atau buku semisal Minhajul Qashidin, Bidayatul Hidayah, Ihya Ulumuddin, Minhajul Abidin, selayaknya mendapat porsi yang layak untuk dibaca oleh para aktivis dakwah. Dalam sejarahnya, generasi awal gerakan IM tampak akrab dengan kitab-kitab bernuansa ruhiyah seperti ini. Mereka menjadi aktivis dakwah yang sangat kuat beribadah, membentuk kepribadian mereka, memotivasi mereka. Ditambah pemahaman Islam yang baik, semangat mereka dalam memb...

Sufi yang Haroki

Gambar
Syaikh Said Hawwa rahimahullah di antara tokoh Ikhwanul Muslimin yang banyak mengkaji tasawuf. Beliau adalah ulama yang adib dan pembaca kitab yang kuat, sufi yang fakih, ahli ibadah, zuhud, setiap hari beliau memakai pakaian yang sangat sederhana dan berbahan kasar. Sering sekali para sahabatnya menasehatinya untuk memakai pakaian yang layak demi kedudukan beliau yang istimewa di tengah umat. Tapi beliau hanya tersenyum dan qonaah dengan apa yang selama ini dipakai. Hampir semua buku yang beliau tulis adalah perpaduan antara kesufian, kefakihan, dan aktivitas beliau dalam pergerakan Islam. Beliau memandang pentingnya totalitas Islam dalam menjalani kehidupan di dunia. Setidaknya ada 3 judul buku yang sangat kental nuansa kesufian beliau: 1. Tarbiyatuna ar ruhiyah (sebuah pengantar yang padat berisi untuk bimbingan tasawuf para aktivis gerakan Islam) 2. Mukhtakhlas fi Tazkiyatil anfus (sebuah intisari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali yang ditulis secara apik, ringkas, ...

Ikhwanul Muslimin dan Tasawuf

Gambar
Saya termasuk orang yang mengambil manfaat dari kelompok manapun dan membuang yang tak berguna dari kelompok manapun. Baik dari kalangan Salafi maupun Sufi. Saya mempelajari buku-buku karya Imam Ibnul Qayyim dan Imam Ibnul Jauzy mencerminkan hal itu. Saya juga berguru pada jamaah Ikhwanul Muslimin tentang hal ini. Buku-buku seperti Madarijus Salikin , Shaidul Khathir, Dzammul Hawa dan Minhajul Qashidin banyak merekam nuansa tasawuf atau tazkiyatun nafs dengan sangat kuat. Buku yang terakhir ( Minhajul Qashidin ) adalah hasil tahqiq dan takhrij Imam Ibnu Al Jauzy terhadap buku Ihya Ulumuddin . Dengan kata lain, beliau "menulis ulang" buku Ihya Ulumuddin ; meluruskan yang menyimpang, mencantumkan yang bermanfaat, membuang hadits-hadits yang dhaif dan jika ada menggantinya dengan hadits-hadits yang shahih. Intinya, gagasan besar buku Ihya Ulumuddin sebenarnya masih tersimpan dalam buku Minhajul Qashidin . Saya pernah membaca buku yang ditulis tokoh Ikhwanul Muslimin. B...