Status WA 7


1. Selama 40 hari dalam perut ikat Paus, Nabi Yunus As. berzikir terus menerus, La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimiin, tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Hingga akhirnya Allah keluarkan beliau dari perut ikan itu. "Maka, kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berzikir, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkita." (QS. Ash Shaaffat: 143-144)

2. Salah satu fadhilah puasa adalah junnah atau perisai. Puasa dari berkata keji, marah, berkata kasar, jorok, berdusta dst. Seolah-olah puasa itu adalah perisai seorang muslim dari berbuat dosa. Maka, alangkah nikmatnya puasa bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Tidak heran, karena keinginan untuk terus menerus berpuasa, sahabat Nabi terkemuka, Abdullah bin Amr bin Ash Ra. berpuasa Daud hingga masa tuanya. 

3. Ada satu kaidah menarik yang disampaikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang dikutip dalam buku Madarijus Salikin karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah, muridnya: "Jika engkau tak mendapati kenikmatan dalam hati dan rasa nyaman dalam jiwa dari amalan yang engkau perbuat, maka periksalah kembali amalan itu. Sebab Allah Swt. Maha Membalas. Dia membalas amalan seseorang di dunia (sebelum di akhirat) dengan kenikmatan yang dia temukan dalam hatinya, ketenteraman dalam jiwanya dan kegembiraan pada dirinya. Maka ketika hal itu tak kunjung dia dapati, ketahuilah bahwa amalannya bermasalah." 

Jadi, mari kita cek amalan kita. 

4. Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ala diinik. Kata dokter Zaidul Akbar adalah doa anti baper. Jangan sampai kita menjadi orang yang mudah baperan karena akan menyiksa batin kita. Di puji sedikit, baper. Di kritik sedikit, baper. Diperhatikan sedikit, baper. "Mereka mengira setiap teriakan ditujukan kepada mereka." (QS. Al Munafiqun: 4)

Maka, ketika hati kita mulai terbawa perasaan, mulailah meluruskan niat kita untuk meraih keridhaan Allah, caranya adalah dengan melazimkan membaca doa di atas. 

5. Seseorang divonis oleh dokter akan mati 6 bulan lagi. Membuat jiwa orang tersebut berguncang. Kematian sudah dekat. Tidak lain semua waktunya harus dipenuhi kebaikan. Vonis dari dokter 6 bulan tapi vonis dari Allah bisa kapan saja. Bisa sebentar lagi, besok, atau sebelum dari 6 bulan, jiwa kita tidak juga berguncang. Astaghfirullah wa atubu ilaih.

6. Rasulullah Saw. bersabda, bekerja adalah ibadah. Di dalamnya ada maghfirah.

Luruskan niat dan keridhaan Allah agar kerja kita tidak sia-sia, agar setiap tetesan keringat kita, jerih payah kita menafkahi anak istri kita, Allah ganjar dengan ampunan kepada kita.

7. Kadang, doa kita tidak langsung dikabulkan saat ini juga, tapi nanti. Kadang, kebaikan kita tidak dirasakan akibatnya saat ini juga, tapi nanti. Kadang, keburukan kita tidak dirasakan akibatnya saat ini juga, tapi nanti. Semuanya pasti akan dibalas. Pada waktu yang tepat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Perjuangan Bangsa

Manfaat Mempelajari Tafsir Alquran

Akibat Berbuat Zalim

Tiga Sebab Keruntuhan Peradaban Islam di Andalusia

Mengapa Banyak Orang Barat Menjadi Ateis?