Baru Setahun Bapak Menjadi Presiden Sudah Membuat Rakyat Sengsara, Apalagi 20 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengingatkan bahwa kerjanya memimpin Ibu Kota masih terbilang baru lebih dari setahun. Sehingga, jika disebut belum maksimal, memang belum maksimal karena pekerjaan masih terus berjalan.

"(Jadi Gubernur) Baru setahun, yang 20 tahun yang 30 tahun sudah apa?" ujar Jokowi di Pintu Air Karet, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2014). 

Menurut Jokowi, soal kemacetan dan banjir, sudah ada perkembangan yang bisa dilakukan untuk menguranginya. Untuk persoalan banjir, sudah ditanganinya dengan melakukan pengamatan pada lokasi genangan air di jalan-jalan di Ibu Kota. Untuk perbaikan tanggul juga sedang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta seperti di Waduk Pluit dan juga Waduk Ria Rio, Waduk Ciracas, dan Waduk Tomang, Jakarta Barat. 

"Perbaiki tanggul, kan sudah kita keruk semuanya. Dulu yang tergenang mana, yang tidak mana," ucap Jokowi.


Sebelumnya, hasil survei dari Lembaga Suvei Media Survei Nasional (Median) menyatakan, kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih belum maksimal dalam menangani beberapa persoalan Ibu Kota. Beberapa di antaranya seperti masalah kemacetan dan banjir yang dianggap belum berjalan maksimal.


Adapun hasil survei lain dari Pusat Data Bersatu terhadap 12 hal yang ditangani Jokowi-Basuki pada November 2013 lalu, warga tidak puas mengenai persoalan pembenahan angkutan umum. Sebanyak 50,8 persen responden tidak puas dan 43,1 persen menyatakan puas. 

Sementara itu, respons paling memuaskan pada pasangan pemimpin Ibu Kota itu yakni untuk penanganan pedagang kaki lima. Sebanyak 77,7 persen pernyataan puas dan 18,5 persen responden tidak puas.

(http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/12/1601202/Jokowi.Saya.Baru.Setahun.yang.Sudah.20.Tahun.Buat.Apa)

Tanggapan:

Baru setahun saja bapak menjadi presiden sudah membuat rakyat sengsara, apalagi 20 tahun.

Jangan takabur pak Jokowi. Saya belum mendengar ada pimpinan daerah lain berbicara seperti ini. Akibat omongan bapak itu bisa jadi dampaknya sekarang, saat bapak menjadi presiden.

Seorang Tabi'in bernama Muhammad bin Sirrin pernah berdagang, namun menderita kerugian Sehingga menanggung hutang yang amat banyak.. Ia pun di penjara oleh Qadli..


Setelah dilepaskan, ia berkata: "Aku ingat dosaku dahulu.. Mungkin karena itu kini aku menderita beban ini.. Sekitar 40 tahun lalu.. Aku pernah berkata kepada seseorang, "Hai bangkrut.."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Perjuangan Bangsa

Manfaat Mempelajari Tafsir Alquran

Akibat Berbuat Zalim

Tiga Sebab Keruntuhan Peradaban Islam di Andalusia

Mengapa Banyak Orang Barat Menjadi Ateis?