Postingan

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (2)

Gambar
Di dalam sejarah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya kita mengenal seorang sahabat bernama Abdullah bin Salam. Beliau adalah kepala pendeta dan pemuka kaum Yahudi Madinah. Sehari-hari beliau mempelajari Taurat dan mengajarkannya kepada orang Yahudi lainnya. Di dalam Kitab Taurat beliau temukan ayat-ayat tentang akan diutusnya Nabi akhir zaman. Semua tanda-tanda itu beliau kumpulkan dan renungkan. Lalu beliau bandingkan dengan apa yang dikatakan orang-orang bahwa ada orang Makkah yang mengaku dirinya sebagai Nabi. Namanya Muhammad. Tak pelak lagi, berita ini menyita perhatiannya. Lalu beliau cocokkan omongan orang tentang Muhammad dengan apa yang tertuang di dalam Taurat. Klop! Sosok Muhammad sama persis seperti apa yang digambarkan oleh Taurat. Jadilah Abdullah bin Salam menjadi sosok yang sangat merindukan kehadiran Rasulullah Muhammad Saw. Ketika Nabi Muhammad Saw. tiba di Madinah, hati Abdullah bin Salam berbahagia. Dia berteriak, "Allahu Akbar! Allahu Akbar!" Kontan...

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (1)

Gambar
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah: 146) Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Allah Swt. memberitahukan bahwa ulama Ahli Kitab mengenal kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. kepada mereka, sebagaimana seseorang dari mereka mengenal anaknya sendiri. Orang-orang Arab biasa membuat perumpamaan seperti ini untuk menunjukkan pengertian pengenalan yang sempurna. Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada seorang lelaki yang bersama anaknya: “Apakah ini anakmu?” Si lelaki menjawab, “Benar, wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwa dia adalah anakku.” Rasulullah Saw. bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya dia tidak samar kepadamu dan kamu tidak samar kepadanya.” Imam Al-Qurthubi mengatakan, telah diriw...

Integralitas Keilmuan Muslim Dulu dan Kini

Gambar
P ara ulama zaman dahulu dikenal ensiklopedis, ilmu apa saja yang berkembang saat itu, dipelajari. Kata Imam Abu Hanifah, kalau memakai sandal adalah ilmu maka akan aku pelajari. Imam Asy Syafi'i belajar ilmu firasat dan kedokteran. Pernah seorang tabib berdiskusi dengan Imam Asy Syafi'i, dia kaget dengan luasnya keilmuan kedokteran yang dimiliki sang Imam. Imam Bukhari selain dikenal ahli hadits, dikenal juga ahli memanah yang tiada tanding di zamannya. Imam Ibnul Qayyim menulis buku tentang psikologi cinta dengan sangat bagus. Para ulama itu seperti itu karena secara iklim pendidikan dan ilmiah di zaman itu manhaj keilmuannya adalah tauhid. Bahwa seluruh ilmu adalah milik Allah Yang Maha Esa dan mempelajarinya berarti mengesakan Allah. Bukan sekuler seperti sekarang. Kita dididik dari kecil sudah dikotak-kotakan dengan adanya jurang ilmu yang dalam. Oleh karenanya, untuk menciptakan iklim yang seperti dulu lagi menjadi tidak mudah. Untuk menciptakan orang yang ahli ekonomi te...

Cara Sederhana Membahagiakan Orangtua

Gambar
Usia kalau sudah semakin tua akan semakin sering sakit-sakitan. Diberi obat, tidak sembuh betulan. Hanya sekedar meredakan. Itu tandanya organ tubuh sudah mulai kelelahan, dan pasukan imun semakin lemah merespon. Justru yang lebih dibutuhkan di masa tua itu ketenangan hidup dan banyak beribadah. Dekat dengan anak cucu. Diperhatikan dan dipedulikan oleh anak cucu. Seperti itu. Yang memperpanjang umur mereka. Insyaallah. Saat kedua orangtua kita semakin tua, saat itulah kita harus semakin dekat dan peduli kepada keduanya. Jangan beri lagi mereka beban yang berat. Cukuplah di masa lalunya kita membebani mereka dan saatnya kini kita memberi banyak kesenangan kepada mereka, mungkin sudah tidak terlalu mereka rasakan kesenangan itu karena usia yang tidak lagi muda. Tapi setidaknya kita berusaha membahagiakan mereka.

Status WA 18

Gambar
1. Alhamdulillah ala kulli hal yang memberikan kita ujian dan cobaan. Yang dengan ujian dan cobaan itu mengingatkan kita untuk bermuhasabah dan kembali dekat dengan-Nya. Bukan jauh dari-Nya. Hati kembali khusyu, bukan gelisah dan galau. Jiwa kembali memandang-Nya, bukan larut dalam cinta dan dunia. Allah benar-benar Maha pencemburu! "Tidak ada siapa pun yang lebih pencemburu dibandingkan dengan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim) 2. Di dunia ini tidak ada istilah "kebetulan". Sekalipun sehelai daun jatuh ke tanah, semua ada dalam pandangan Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar. Seluruh aib manusia ada dalam genggaman-Nya. Jika Dia berkehendak, kapanpun Dia buka, mudah sekali. Sekalipun manusia menutup-nutupinya dengan rapat. Akan tercium juga. Dengan caraNya yang tidak terduga. Bersyukurlah Allah masih menyimpan aib-aibmu. Jika tidak, setitik saja aibmu terbuka, sungguh sangat menjijikkan bagi orang yang mengetahuinya. Beristighfarlah sebelum terlambat. Sebelum A...

Status WA 17

Gambar
 1. Surat Al Kautsar mengandung makna yang luarbiasa besar walaupun hanya terdiri dari 3 ayat. Surat ini adalah salah satu surat yang "menghibur" Nabi Saw. atas perlakuan dan perkataan orang-orang kafir Quraisy yang mengejek beliau sebagai "batara" atau orang yang terputus keturunannya karena semua anak lelaki beliau wafat. Ayat ini diawali dengan kata "inna" "sesungguhnya", sebagai penegasan yang kuat, bahwa Allah memberi nikmat yang sangat banyak. Yang tidak terhitung jumlahnya. Kalau ada satu kenikmatan yang hilang darimu, masih banyak lagi kenikmatan yang lainnya. Maka bersyukurlah dengan mengerjakan shalat dan berkurban. Dan ayat terakhir juga diakhiri kembali dengan "inna" "sesungguhnya" justru merekalah, yaitu orang-orang kafir yang menghina itu, yang terputus dari rahmat Allah. Sedangkan kamu, Muhammad, namamu terus dikenang dan menjadi teladan sepanjang zaman.  2. Said bin Jubair, ulama tabiin, kepalanya dipenggal...

Syaikh Al Azhar Prof. DR. Abdul Halim Mahmud Rahimahullah

Gambar
Prof. DR. Abdul Halim Mahmud adalah Imam besar dan Syaikh Al Azhar Mesir. Lulus Universitas Al Azhar dengan predikat terbaik dan termuda di zamannya. Kemudian melanjutkan S3 nya di Universitas Sorbone Perancis. Walaupun kuliah di kampus Barat yang sekuler, sepulangnya dari sana, beliau justru semakin relijius dan menempuh jalan tasawuf. Beliau hidup zuhud dan wara. Punya jabatan bergengsi, setara dengan pemimpin negeri, bahkan pemimpin spiritual umat Islam, tidak menghalangi beliau hidup merakyat, sering beliau bepergian naik kendaraan umum. Rumahpun masih ngontrak. Oleh banyak orang, beliau dijuluki Imam Al Ghazali abad ke-20 karena kealiman dan kesufiannya. Selain dikenal kesufiannya, beliau dikenal sangat ketat dalam menjalankan syariat Islam. Contohnya persetujuannya untuk melaksanakan hukuman qishash sebagaimana dituangkan dalam hukum Islam. Rahimahullah rahmatan wasi'ah.