Postingan

Menampilkan postingan dengan label sayyid sabiq

Prioritas Imam Hasan Al Banna Membentuk Kader, Bukan Menulis Buku

Gambar
Imam Hasan Al Banna rahimahullah tidaklah banyak menulis kitab ( ta'liful kitab ). Bagi beliau prioritas utama adalah mengkader orang yang dapat memahami kitab dengan baik ( ta'lifur rijal ). Ini jelas membutuhkan wawasan yang luas dan ilmu yang mendalam tidak heran beliau mempunyai perpustakaan pribadi yang besar. Dan setiap hari beliau membaca dan mengomentarinya. Beliau berusaha memahami antara fiqh nash dan fiqh waqi. Antara quraniyah dgn kauniyah. Maka lahirlah dari "tangannya" kader² ulama dan da'i yang mumpuni. Sebut saja misalnya Syaikh Sayyid Sabiq penulis Fiqih Sunnah, Syaikh Yusuf Al Qaradhawi penulis Halal dan Haram, Syaikh Muhammad Al Ghazali penulis Fiqih Sirah, Syaikh Mustafa As Sibai penulis As Sunnah wa Makanatuha, Syaikh Mahmud Shawaf pendiri Universitas Islam Madinah, dst. Ctt: foto adalah Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah.

Syaikh Prof. Sayyid Sabiq: Faqih Abad ke-20

Gambar
Fikih Sunnah   adalah karya beliau yang paling terkenal. Karya beliau ini bermula ketika beliau rutin menulis majalah Ikhwanul Muslimin. Beliau mengambil metode yang membuang jauh-jauh fanatisme madzhab tetapi tidak menjelek-jelekkannya. Ia berpegang kepada dalil-dalil dari Kitabullah, as-Sunnah dan Ijma’, mempermudah gaya bahasa tulisannya untuk pembaca, menghindari istilah-istilah yang runyam, tidak memperlebar dalam mengemukakan   ta’lil   (alas an-alasan hukum), lebih cenderung untuk memudahkan dan mempraktiskannya demi kepentingan umat agar mereka cinta agama dan menerimanya. Beliau juga antusias untuk menjelaskan hikmah dari pembebanan syari’at ( taklif ) dengan meneladani Al-Qur’an dalam memberikan alasan hukum. Juz pertama dari kitab beliau yang terkenal “ Fikih Sunnah ” diterbitkan pada tahun 40-an di abad 20. Ia merupakan sebuah risalah dalam ukuran kecil dan hanya memuat fiqih thaharah. Pada mukaddimahnya diberi sambutan oleh Imam Hasan Al-Banna yang mem...