Postingan

Tidak Merasa Aman dari Azab Allah

Gambar
  Orang yang beriman tidak akan merasa aman dari azab Allah. Mereka memperhatikan detail-detail dari tingkah lakunya dan berharap tidak ada sekecil apapun perbuatan dan perkataannya yang mengarah pada kemurkaan Allah. Sedangkan orang-orang kufur, mereka merasa aman dari azab Allah. Sebagian mereka bahkan, dengan lisan mereka, berani menantang Allah menurunkan azab kepada diri mereka sendiri. Lalu Allah turunkan azab kepada mereka dalam waktu yang tidak disangka dan diduga. Episode kekufuran mereka tidak hanya berhenti sampai disini. Sebagian mereka mati karena azab Allah itu, sebagian lagi Allah berikan kesempatan hidup, agar yang bersangkutan bersyukur dan sadar diri dari apa yang selama ini dilakukan. Ada yang sadar. Ada yang tidak sadar alias menjadi-jadi "kegilaannya". Artinya mari kita tunggu azab Allah yang lebih dahsyat lagi terhadap orang ini. Sebagaimana janji-Nya: "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi ...

Status WA 14

Gambar
1.Buya HAMKA Rahimahullah ketika teringat mendiang istrinya, beliau bersenandung. Tapi jika tidak kuat lagi menahan rindu, beliau berwudhu, shalat taubat dan kemudian membaca Al Quran 5-6 jam. Tujuannya adalah berupaya mengalihkan dan memusatkan pikiran dan kecintaan beliau semata-mata kepada Allah. Beliau takut kecintaan kepada istrinya melebihi kecintaannya kepada Allah. 2. Saya pernah berpikir bagaimana cara para ulama salaf seperti Imam Asy Syafi'i bisa mengkhatamkan Al Quran 60x di bulan Ramadhan. Saya coba membaca dengan cepat sebisa saya, paling cepat 1 juz 30 menit. Jadi butuh 15 jam untuk mengkhatamkan Alquran. Agak sulit sepertinya. Kecepatan itu ternyata tergantung juga dari hafalan dan seringnya kita membaca Alquran. Imam Syafi'i di hari biasa mampu mengkhatamkan 30x dalam sebulan. Jadi, saat Imam Syafi'i mengkhatamkan 60x dibulan Ramadhan, beliau membacanya dengan cepat ( hadar ) karena sudah sangat kuat hafalannya, melekat bersamaan dengan tajwid, tidak berbua...

Bisakah Akhlak Manusia Berubah Menjadi Baik? (Bagian 1)

Gambar
Sebagian orang yang merasa berat dalam bersikap serius dan berlatih dengan tekun menduga bahwa perubahan akhlak tidak bisa dibayangkan akan terjadi. Seandainya dugaan itu benar, akan sia-sialah arahan, nasehat, dan pembinaan. Bagaimana hal ini diingkari dalam diri manusia?  Perilaku binatang saja mungkin berubah ketika Allah mengarahkannya menjadi perilaku manusiawi. Anjing dengan cara makannya yang menjijikkan, bisa berubah menjadi jinak, terkendali dan bersikap manis. Kuda liar bisa menjadi jinak dan patuh. Semuanya itu adalah perubahan perilaku.  Lebih-lebih lagi dengan manusia, ia bisa berubah dengan cara melatih perilakunya. Hal itu karena hawa nafsunya tidak bisa mendominasi dan mengalahkan akalnya. Dan akal seharusnya yang justru mengendalikan dan mengalahkan hawa nafsu. Ini sangat mungkin terjadi.  Bisa jadi rasa marah menghinggapi seseorang karena tidak kuat menahannya. Dengan latihan, ia bisa kembali tenang. Itulah yang dimaksud dengan perubahan perilaku. Dengan...

Pahala untuk Orang yang Menyambut Ramadhan

Gambar
Marhaban ya Ramadhan. Marhaban ya Syahrus Shiyam. Alhamdulillah sesaat lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Semoga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberkahi usia kita agar dapat menikmati berbagai jamuan Allah di bulan ini.  Jangankan beribadah, merasakan kegembiraan dalam menyambutnya saja merupakan pahala bagi kita. Bahkan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, orang-orang beriman menyambutnya dengan doa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami kepada bulan Ramadhan."   Lalu, saat bulan yang di nanti itu tiba, mereka mengatakan, “Marhaban ya Ramadhan.” Bukan ahlan wa sahlan atau kalimat sambutan lainnya. Perkataan "marhaban" berasal dari kata "rahb" yang berarti "luas dan lapang". Sehingga marhaban mengandung makna bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. A...

Ikhwanul Muslimin Thoriqoh Sunniyah

Gambar
Dulu saya pernah membaca sebuah buku. Buku itu membahas intisari kitab Madarijus Salikin . Judul dan penulisnya saya lupa lagi. Tapi yang menggugah saya, buku itu adalah hasil kajiannya saat beliau dipenjara bersama para aktivis Ikhwanul Muslimin lainnya. Hingga setelah beliau keluar dari penjara, beliau terbitkan buku itu. Tidak terlalu tebal dibanding buku acuannya, Madarijus Salikin yang 3 jilid itu. Buku Madarijus Salikin boleh dikatakan adalah buku tasawuf yg utama dari kalangan ulama mazhab hanbali. Saya ingin menunjukkan buku-buku seperti ini atau buku semisal Minhajul Qashidin, Bidayatul Hidayah, Ihya Ulumuddin, Minhajul Abidin, selayaknya mendapat porsi yang layak untuk dibaca oleh para aktivis dakwah. Dalam sejarahnya, generasi awal gerakan IM tampak akrab dengan kitab-kitab bernuansa ruhiyah seperti ini. Mereka menjadi aktivis dakwah yang sangat kuat beribadah, membentuk kepribadian mereka, memotivasi mereka. Ditambah pemahaman Islam yang baik, semangat mereka dalam memb...

Sufi yang Haroki

Gambar
Syaikh Said Hawwa rahimahullah di antara tokoh Ikhwanul Muslimin yang banyak mengkaji tasawuf. Beliau adalah ulama yang adib dan pembaca kitab yang kuat, sufi yang fakih, ahli ibadah, zuhud, setiap hari beliau memakai pakaian yang sangat sederhana dan berbahan kasar. Sering sekali para sahabatnya menasehatinya untuk memakai pakaian yang layak demi kedudukan beliau yang istimewa di tengah umat. Tapi beliau hanya tersenyum dan qonaah dengan apa yang selama ini dipakai. Hampir semua buku yang beliau tulis adalah perpaduan antara kesufian, kefakihan, dan aktivitas beliau dalam pergerakan Islam. Beliau memandang pentingnya totalitas Islam dalam menjalani kehidupan di dunia. Setidaknya ada 3 judul buku yang sangat kental nuansa kesufian beliau: 1. Tarbiyatuna ar ruhiyah (sebuah pengantar yang padat berisi untuk bimbingan tasawuf para aktivis gerakan Islam) 2. Mukhtakhlas fi Tazkiyatil anfus (sebuah intisari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali yang ditulis secara apik, ringkas, ...

Status WA 13

Gambar
1. Walaupun lelah jangan lupakan Allah. Bila tidak bisa berdiri, duduk. Bila tidak bisa duduk, berbaring. " (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191) 2. Kyai Abdus Shomad Al Falimbani, ulama pejuang dari Palembang, sebelum berjihad melawan penjajah, menyuruh santri-santrinya membaca, sebanyak-banyaknya, La ilaha illallah . Rasulullah Saw. bersabda, "Perbaharuilah iman kalian dengan banyak membaca La ilaha illallah." (HR. Bukhari) Perbaharuilah semangat, keberanian dan kekuatan kalian dengan banyak membaca La ilaha illallah. 3. Ilmu, kata Imam Syafi'i, mendorong kita beramal.  Semakin banyak ilmu, semakin banyak yang mengingatkan, semakin banyak yang menasehati, semakin memotivasi kita untuk be...