Mengapa Kaum Yahudi Kaum Yang Paling Keras Permusuhannya Terhadap Umat Islam?

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." (QS. Al-Maidah: 82)

Mengapa kaum Yahudi orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman? Dalam kitab tafsir seperti Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim karya Imam Ibnu Katsir, buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dan buku Pengkhianat-Pengkhianat dalam Sejarah Islam karya Syaikh Sa'ad Karim Al-Fiqi akan kita temukan fakta-fakta mengenai hal ini. Fakta sejarah yang tertuang dalam buku-buku itu membenarkan firman Allah Swt di atas. Kejahatan kaum Yahudi dimulai sejak zaman sebelum diutus Muhammad sebagai seorang Nabi dan Rasul. Mereka adalah pembunuh para Nabi dan orang-orang yang banyak melakukan penyelewengan. Mereka tidak akan tinggal diam dengan keberadaan seorang Nabi meskipun Nabi tersebut dari kalangan mereka, apalagi di luar kalangan mereka. Maka, kebencian dan kedengkian mereka terhadap Nabi tersebut semakin besar.  

Di zaman Rasulullah Saw. dan para sahabatnya, orang-orang Yahudi sangat berperan aktif dalam upaya penghancuran Islam. Mereka telah melakukan konspirasi dalam memfitnah, mengadu-domba, dan.  berkomplot dengan musuh. Bila orang musyrik berperang secara terbuka melawan kaum muslimin yang terlihat pada perang Badar dan Uhud. Sementara orang-orang Yahudi menyembunyikan permusuhannya terhadap Islam, namun jika ada kesempatan yang pas, mereka akan menikam dari belakang.

Diketahui dalam sejarah, setelah pasukan Islam memborbardir benteng mereka, ternyata di dalamnya banyak sekali persenjataan dan alat-alat militer yang memang digunakan untuk berperang. Mereka tahu jika mereka secara terbuka melakukan perlawanan terhadapumat Islam, mereka akan kalah pada saat itu juga. Tapi bagaimana caranya mereka dapat menghancurkan umat Islam tanpa melalui kontak fisik antara mereka dengan kaum muslimin. Salah satu bukti kejahatan mereka terlihat ketika Umat Islam berperang melawan kafir Quraisy dalam perang Khandaq atau Ahzab. Umat Islam tidak hanya menghadapi musuh-musuhnya dari luar, tetapi juga dari dalam kota Madinah, yaitu karena masih bercokolnya orang-orang Yahudi.

Rasulullah Saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang cinta damai. Mereka menerima orang-orang Yahudi. Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak menerima keberadaan kaum muslimin. Maka dalam kondisi seperti ini, umat Islam harus bertindak. Jika tidak, maka mereka akan terus dipermainkan oleh orang-orang Yahudi tersebut. Setiap pengkhianat akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dan, Rasulullah beserta kaum muslimin bangkit dalam menghancurkan pengkhianatan Yahudi tersebut.

Saat orang-orang Yahudi dari Bani Qainaqa melakukan pelecehan terhadap seorang muslimah dan hal itu diketahui oleh seorang sahabat Nabi, maka sahabat tersebut melakukan perlawanan untuk membebaskan muslimah tersebut walaupun akhirnya beliau syahid dibunuh oleh orang-orang Yahudi tersebut. Kaum muslimin akhirnya menuntut keadilan dengan membalas kebiadaban ini. Kaum muslimin mengepung tempat tinggal kaum Bani Qainaqa hingga mereka menyerah. Mereka diusir dari Madinah selama-lamanya dalam keadaan hina dan lemah. Banyak diantara mereka menemui ajalnya ketika dalam perjalanan mereka. 

Hal yang sama terjadi pada kaum Yahudi lainnya seperti Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir, dan Bani Khaibar. Mereka adalah para pengkhianat dan balasan bagi pengkhianat adalah pedang terhunus yang menebas tubuh mereka. Pengkhianatan tersebut terus saja terjadi padahal mereka telah menyaksikan kehancuran yang terjadi pada saudara-saudara mereka yang telah diusir dari Madinah. Syaikh Sa'ad Karim Al-Fiqi mencatatkan bahwa 7 dari 15 pengkhianatan yang terjadi di masa Rasulullah Saw. hidup, dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Saya tidak bisa menyebutkan satu persatu pengkhianatan tersebut karena mungkin bisa menghabiskan hingga tercipta sebuah buku. Intinya, pengkhianatan tersebut hampir saja mencelakai diri Rasulullah dan banyak juga mencelakai kaum muslimin lainnya. 

Karena sikap yang keras kaum muslimin terhadap orang-orang Yahudi, keturunannya menyimpan dendam membara yang tersimpan di dalam hati mereka. Namun mereka sadar, saat yang lemah bukanlah saatnya berperang di medan tempur, tapi mereka melancarkan perang lain yang jauh lebih mematikan, yaitu Ghazwul Fikr (Perang Pemikiran). Inilah perang yang dapat merubah musuh menjadi orang yang disukai, lawan dianggap kawan dan kawan dianggap lawan. Mereka mempreteli akidah kaum muslimin dengan kemaksiatan, menjauhkan kaum muslimin dari Islam dengan cara apapun. 

Dan kini, disaat mereka kuat, mereka menunjukkan belang kejahatannya. Mereka tidak hanya melancarkan perang pemikiran, tetapi juga perang fisik seperti yang terjadi di Palestina. Keberhasilan mereka dalam perang pemikiran terlihat pada ketidakberdayaan kaum muslimin dalam pertempuran fisik. Para pemimpin negara-negara muslim mayoritas dipimpin bukan oleh rakyat dan untuk rakyat tetapi semata-mata bentukan kaum Yahudi. Oleh karenanya, ketika rakyatnya meminta berperanglah untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin, para pemimpin itu malah menangkapi, memenjarakan, bahkan sampai membunuh para penyeru itu.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Perjuangan Bangsa

Manfaat Mempelajari Tafsir Alquran

Akibat Berbuat Zalim

Tiga Sebab Keruntuhan Peradaban Islam di Andalusia

Mengapa Banyak Orang Barat Menjadi Ateis?